Rabu, 23 Mei 2012

Aku Ingin Terbang

Aku seperti berjalan namun terseret dalam langkah yang terarntai oleh beban yang tak seharusnya aku bawa
Mengemban tugas yang mungkin aku ingin lakukan namun bukan dalam ideologiku sendiri
Aku seperti penuh semangat dan ingin melakukan yang terbaik namun bukanlah demi diriku
Seperti lelah aku terdiam dan menangis, karena melihat semua tidak seperti yang aku harapkan
Namun, aku tidak akan terlalu lama dalam keterikatan yang semakin lama semakin terasa menekan ini
Aku akan mengepakan sayap yang aku punya dan sudah lama ingin aku terbangkan secara bebas ke  tempat yang aku suka
Tak peduli siapapun ingin memandangku kekanakan, aku memanglah gadis yang baru belajar menerbangkan kekuatan sayap yang aku punya
Bisakah ia, mereka, melihatku sebagai individu yang membutuhkan kebebasan?
Aku sendirilah yang nampaknya harus memasang sepatu boot dan menyiapkan kuda untuk aku lari bersamanya sejauh mungkin dari pusaran angin yang mengikutiku ini
Penat, penat rasanya memutari lapangan yang berisikan akar-akar menghalangi pekarangan indah itu
atau aku yang terlalu merasa seperti ada yang mengejarku?
Ya, aku menyadari, bukanlah ia dan mereka, tapi aku, aku yang dapat menikmati masa muda ku ini dengan pengalaman yang berarti.
Akulah yang dapat perlahan membuka tali yang mengikatku kencang ini
Akulah yang dapat membuat ini adalah bentuk pengalaman bukan keterikatan yang menyesakan
Saat ini, hanya akulah yang dapat mengubah situasi yang aku rasakan.

Aku sudah membayangkan dan akan terbang, karena akan ada tempat yang menyambut kedatangan ku untuk bersama-sama mengepakan sayap menuju kebahagiaan....

Minggu, 03 Juli 2011

Istimewa

Pernah ngerasa minder? Nah, ini puisi dari seorang wanita yang mungkin diliat dari puisinya dia memang lagi minder atau rendah diri.

Aku

aku memang bukan wanita spesial

aku wanita biasa yang ditakdirkan menjadi wanita yang "naif"
aku dengan keterbatasanku
aku dengan kekuranganku
aku dengan keunikanku, yah keunikanku yang "aneh"

segigih aku keluar dari ke"naif"anku, aku tetaplah naif yang mempercayai orang-orang disekitarku
namun, aku juga memiliki keteguhan hati
aku memiliki prinsip hidupku sendiri
aku adalah aku

mencintai seseorang yang spesial, membuatku merasa spesial
Tapi,
meskipun begitu aku adalah aku yang meskipun gigih, aku punya keterbatasan

Teman-teman menganggapku spesial,
tapi mereka tidak tau aku begitu serius menekuninya untuk bisa keluar dari aku yang terbatas

Di saat aku terjatuh, mereka tidak tau aku begitu bersikeras bangun dan menyembuhkan rasa sakitku
mereka hanya tau aku "kuat"
Karena aku memang tidak suka dan tidak ingin terlihat lemah.

Tapi, aku bukanlah wanita istimewa...

Gw emang sering banget ngerasa minder, apalagi sama cowo gw yang lebih pinter dari gw. Sering banget gw ngerasa jauh nalarnya sama dia. Tapi dibalik keterbatasan pasti ada kelebihan dari setiap manusia. Jadi, percaya diri aja dengan yang gw punya. Begitu pula dengan penulis puisi itu. Gw yakin dia cewe yang spesial, soalnya dia punya banyak teman n' memiliki cowo yang mencintainya. Tandanya dia istimewa di mata teman-temannya n' kekasihnya. Apalagi dia "unik" n' punya prinsip. Manusia emang mesti punya prinsip hidup. Bener kan? Kalau engga, bisa-bisa cuma ikutin arus yang ga tau kemana arus itu membawanya.
Kamu adalah makhluk istimewa yang cuma ada satu di dunia ini :) yakinlah ^,~
Kalau gw?
hahahaha yups, gw berbanding terbalik dengan cowo gw yang cekatan, rajin, n' wawasannya luas. Jadi, tau dong kebalikannya dari cowo gw itu kaya apa? ga cekatan, kurang rajin alias males, n' wawasan gw minim. oke oke, tapi semua itu ga bikin gw minder. Gw juga mesti melakukan revolusi (versi gw n' gw tempel di dalem hati plus memori).
Gw pikir itu hal yang masih bisa dirubah. Kalau demi kebaikan gw kenapa engga?
Andai cowo gw tau gw lagi ngelakuin perubahan juga biar dia bangga sama gw..(ngarep dibanggain) *plak*
Gw pasti bisa...SEMANGAT!!!

i love you

I love the way you are
I love you because you love me
I love you because my destiny to meet you
I'm happy because you love

I felt a longing for love
because the love I feel the warmth
because the love I have the power
because I'm in love with you

Sabtu, 02 Juli 2011

Bukan cuma pelengkap hidup

Gw bersyukur menjadi wanita…

Yah , walaupun gw sempet di kasih predikat ganteng di SMP sama sobat gw yang Cantik (laki-laki) gara-gara hobi kita ketuker. (dia hobi nyalon gw karate) => bias gender ga sih nih?huhuhu

Kenapa yah, masih ada aja yang bilang wanita itu makhluk lemah yang harus dilindungi oleh pria. Hello… pria memang mesti melindungi tapi bukan berarti wanita itu lemah. Kalau dibilang wanita didominasi oleh perasaan daripada logika, oke oke kalo itu gw masih terima (kalo setuju, aga kepaksa). Tapi kalau wanita dianggap lemah, gw ga setuju.

Siapa bilang wanita itu makhluk lemah?

Yang bilang gitu, gw pengen dia hamil kaya Arnold di film Junior atau nonton film itu deh, n’ ngasuh bayi sampe mandiri selama 24 jam sehari.

Waktu di semester awal gw ambil mata kuliah filsafat, gw dkk plus dosen tercinta membahas filosofi seorang wanita.

Secara filosofi, wanita itu makhluk yang kuat. Kenapa? Karena wanita memiliki naluri seorang ibu. Ibu-ibu pada umumnya mengandung dan melahirkan seorang anak atau lebih. Proses selama mengandung itu adalah hal yang luar biasa. Dosen gw sebagai seorang laki-laki pun bangga terhadap wanita. Jadi, jangan mengeluh takut gemuk, takut jelek, takut badannya ga bagus lagi sesudah melahirkan. Kayanya ketakutan itu bisa diantisipasi deh dengan perawatan, konsultasi ke dokter kecantikan atau tempat-tempat khusus perawatan kecantikan tubuh atau perawatan tradisional.

Nah, liat Arnold yang menderita banget waktu hamil n’ melahirkan aja ngerinya minta ampun. Segitu Arnold yang terkenal kuat banget itu, ternyata memerankan adegan hamil n’ melahirkan tampak ga berdaya juga. (pasti ngebayangin lahirinnya lewat mana) hahaha…

Gw bersyukur punya ibu yang cerdas merawat dan mendidik gw dari kecil sampe gw bener2 dewasa. (ngaku udah dewasa)

Pria,

Gw memang tidak memungkiri bahwa gw butuh cinta dari seorang pria, terutama ayah.

Gw bangga dengan ayah gw yang memiliki prinsip hidup yang luar biasa. Melindungi keluarga dan memberi contoh teladan bagi anak-anaknya hingga menjadi anak yang kuat, juga mempertahankan prinsip hidupnya meskipun ada saja kabar tidak sedap mengenai profesi ayah gw n’ sikutan dari berbagai pihak yang iri.

Sorry, memang kenyataannya saat ini (fenomena yang gw liat) sebagian besar manusia menunjukkan sifat iri hati. Contoh, lawakan yang didominasi oleh “lelucon” daripada “humor”.

Apa sih bedanya lelucon dengan humor?

Nah, ini juga sempet gw bahas di mata kuliah filsafat (yang masih gw inget sampe sekarang).

Meskipun gw bukan mahasiswa jurusan filsafat hehehehe (tidak mencerminkan juga soalnya) huhuhu….

Yup, balik lagi ke lelucon n humor.

Kenapa gw bilang beda? Meskipun sama-sama gurauan, tapi ada unsur yang berbeda yaitu objek dan topiknya.

Jaman dulu, jamannya masih ada pelawak atau komedian seperti Almarhum Ateng, Benjamin, Iskak, dll sampe tokoh Lupus (gw yakin angkatan ade gw yang masih bayi, SD, n SMP sekarang ga kenal nama-nama itu) itu masih bersifat humor (btw, ade gw banyak amat yah) hihihi.

Sense of humor mereka tinggi n’ berciri khas.

Mangkanya sampe sekarang masing dikenang.

Nah, komedian atau pelawak jaman dulu yang udah gw sebutin itu, mereka melucu dengan tidak menghina orang lain atau lawan mainnya. Prinsipnya lebih baik meledek diri sendiri dari pada orang lain untuk menghibur orang.

Contoh, Benjamin yang melawak lewat lagu dan tingkah lucunya. Kata-kata yang disampaikan meskipun gurauan tapi bermakna. Ateng juga melucu dengan memperlihatkan kelucuan fisiknya sendiri yang memang Ateng memiliki postur tubuh pendek. Lupus, melucu lewat tebak-tebakannya yang terdengar “bodoh” tapi ”cerdik” n’ “cerdas”. Nah loh, gimana tuh?

Kalau lelucon itu beda dengan humor cz lebih kepada ngata-ngatain orang lain (sebagai gurauan). Misal menjelek-jelekan fisik orang lain (si boncel, si gagap, si gendut, dll) atau kekurangan orang lain supaya orang ketawa.

Kalau dilihat secara mendasar, apabila saat ini orang-orang lebih tertawa menyaksikan lelucon seperti itu, maka memang manusia memiliki sifat dasar “iri”. Karena merasa senang jika orang lain dihina, dicaci, dicemooh, dan di jadikan objek penderitaan. (relfeksi diri).

Hihihihi….

Jadi jangan kaget kalau di dunia kerja pun saling gontok-gontokan. Tapi balik lagi, kejujuran, kebenaran, dan kebaikan itu selalu happy ending (nyimak aja deh cerita difilm-film...hihhi). N’ ikhlas juga bikin happy aja. Berkah lah pokonya… hehehehe yah, walaupun mesti kuat mental n’ sabar tentunya. Tapi kan Tuhan itu maha Adil..:)

Kenapa jadi meluas gini yah, jadi panjang kali lebar topiknya.

Balik lagi, sebenernya gw mau nulis aja tentang apa yang gw pikirin. Yah aga katarsis juga sih alias meluapkan perasaan n’ pikiran gw.

Dalam agama gw, menikah itu setengahnya dari ibadah selama hidup. Jadi pahalanya gede banget kalau nikah karna ibadah. Gw juga mengakui kalau gw jatuh cinta dengan pria bukan wanita. Gw membutuhkan pria. Mungkin pria juga seharusnya mengakui butuh wanita cz mereka dilahirkan oleh seorang wanita juga. Hehe (bukan Arnold)

Namun, bukan berarti wanita menggantungkan dirinya terhadap pria dan bukan berarti pria menggantungkan dirinya terhadap wanita.

See?

Pria dan wanita saling melengkapi (kolaborasi), tapi bukan saling bergantung satu sama lain.

Hahahaha,,,lagian ngapain sih pake acara gantung menggantung. Pacaran aja digantungin ga enak (loh, ga nyambung) :P

Gw juga ga enak sebenernya denger ada yang bilang wanita itu lemah tanpa bukti yang otentik atau hal yang mendasarinya. Meskipun kekuatan gw juga emang ga segede Arnold sih.

Btw, terlepas dari membahas mengenai gender, wanita saat ini sudah bisa berkarir dan memiliki pekerjaan yang biasanya dilakukan oleh laki-laki. Seperti montir, supir, dll. Pria pun bisa menjadi koki, dokter kandungan, dll yang biasa dikerjakan oleh wanita.

Jadi, jangan memandang atau menilai seseorang dari “dia itu kan cewe.” Atau “emang cewe bisa apa?”

“Aku pasti bisa!”

Yang ga bisa itu kalau ga dicoba.

Tapi kalau masalah cinta, gw seneng kalau ada pria yang tulus mencintai wanita seperti gw ini (seperti apa emang?) n’ menganggap gw sebagai partner, bukan pelengkap hidupnya. Dan gw merasakannya saat ini. Hehehe :P

Senin, 27 Juni 2011

i love PANDA



Gw lagi jatuh cinta sama "PANDA" n' mau ucapin SELAMAT buat PANDAku yang sukses di sana...^0^


My Perfect Night

To night I can not sleep
I'm looking to the sky that full with stars
Why the stars change to be your face
I'm missing you,,, more and more,,,

I'm awake from my sleep
I'm looking this shining day with smile
I hear the birds like call your name
Makes me want to meet you,,, more and more,,,

Reff:
I'm standing in front of the mirror
and thinking what should I wear just to meet you,,,
I'm prepare to have a date with you to night

You pick me up with a rose for me
Hold my hand and take to a romantic place

I won't forget this night
I won't forget your sweet words
and won't forget,,,

*Back to reff

This perfect night

Say no to Galau...


Galau...
Darimana sih asal kata galau?
Apa sih artinya galau?

Gw juga ga tau darimana galau itu datengnya...apakah dari mbah galau?
Yang pasti kegalauan itu kalau diartiin, pikiran yang lagi kacau.

Jadi jangan aneh kalau ada orang berantem sama pacar jadi galau
Orang yang lagi patah hati sampe lupa sama PR, ditambah dimarahin guru gara2 belum ngerjain PR, galau
Orang lagi banyak pikiran alias mikirin kutang eh utang jadi galau
Orang yang dapet masalah sama guru di sekolah juga galau
Orang yang dimusuhin sama temen2 galau juga
Orang yang laper pengen makan tapi ga punya duit ikutan galau...
Orang yang liat temennya lebih dapet perhatian daripada dia juga galau...

Arrgghhh pokonya kata galau dipake buat kondisi yang ga enak deh kalo sekarang ini, terlepas dari arti kegalauan sebenernya...yah pokonya mah kalau lagi kacau yah galau jadinya...

Galau ini seperti permainan emosi...
Semuanya jadi satu, sampe ga karuan deh tuh emosi yang dirasain...
Semua emosi bercampur (marah, sedih, terluka,kesel, cinta, cemburu, takut, iri, dsb)...
Nah, karena bercampur jadinya kabur deh emosinya...
Galau deh...

hiks hiks hiks
Sebenernya amour juga lagi galau...
Tapi bukan cuma karena uang tabungan menipis, jatah buat jalan-jalan berkurang, n' temen nawarin dagangan plus ngajak jalan pas lagi bokek aja....

Galau karna,,mm...karna...mm..karna lagi penelitian skripsi...

Huuaaaaa.....hari gini masih skripsi?????
yayaya...doakan sajalah bisa cepet lulus...

Jarang2 kan amour nulis tentang kegalauan?
Yah, emang galau menimpa anak muda seperti amour ini..ehm ehm..

Pernah ga sih ngerasa jenuh untuk belajar?
Kalo jawabannya 'iya'...
Sama..
hahaha
hey, what are u thinking about?
hellooo....

Jadi galau karna males belajar?
Bukan-bukan...peace... (bisa dipentung nyokap nih)
Jadi inget kata mama, "Ga ada kata jenuh untuk belajar! Tapi kalau terlanjur jenuh yah jangan lama-lama jenuhnya." hehe

Ya emang sih, menurut gw kalo ga mau belajar dari pengalaman ya buat apa hidup...
Cz selalu ada hal-hal dari hal kecil sampe hal gede yang bisa dijadiin pembelajaran.
Hal kecilnya misalnya, buatin teh manis buat bokap yang baru pulang dari kantor. Ceritanya sih bikin minum biar bokap seneng n' nambahin uang jajan.
Tapi kalo teh dicampur pake garem bukan gula? Mau pake garem 10 sendok juga kaga bakalan manis-manis. (ini sih bener2 kebangetan yah)...
Alhasil bukan nambah uang jajan, tapi kena semburan tanda terima kasih dari bokap...huhuhuhu
Nah, tapi jadi tau kan ternyata garem itu asin n' gula itu manis (ya iyalah). Lain kali kalau bikin teh manis pake gula yah jangan pake garem (Gajebo).

Di saat galau kaya gini emang kacau deh ah yang diomongin,
Tapi, segalau apapun jangan sampe lupa dengan Allah SWT yang selalu memberikan nikmat kepada orang-orang di dunia, gw khususnya...
Allah yang mampu merubah sesuatu yang sulit menjadi mudah.
Di saat galau, memang bakalan tenang kalau memohon pertolongan kepada-Nya...

Yups, kalau gw dihadapin dengan kesulitan, itu tandanya gw dikasih kepercayaan buat memecahkannya....
Kalau mudah, semua orang juga bisa ngelakuinnya...iya kan? hihihi

hihihi...
i'm special...^^

Semoga Allah selalu memberikan kemudahan buat gw...Aamiin...

Buat yang lagi galau sama skripsi juga,
selain berusaha, banyak2 berdoa juga yah...hihihi plus mohon-mohon sama Allah biar diperlancar...hihihi
Semoga sukses ^^
Bismillah

_salam amour_

Rabu, 25 Mei 2011

Berbahagialah...

Berbahagialah bagi manusia yang sedang jatuh cinta...
Berbahagialah bagi manusia yang menikmati indahnya hidup...
Berbahagialah bagi manusia yang selalu bersyukur atas nikmat Tuhan...
Berbahagialah bagi manusia yang diberikan kesempatan untuk menang...
Berbahagialah bagi manusia yang memiliki waktu untuk mengerjakan hal yang berguna...
Berbahagialah bagi manusia yang mengisi waktunya bersama keluarga yang dicintai...
Berbahagialah bagi manusia yang memiliki peluang meraih kesuksesan...
Berbahagialah bagi manusia yang bangkit dari kekalahan...
Berbahagialah bagi manusia yang selalu memberikan senyumnya untuk orang lain...
Berbahagialah bagi manusia yang memberikan yang terbaik untuk orang lain...
Berbahagialah bagi manusia yang memiliki orang-orang sekitar yang mencintai...
Berbahagialah bagi manusia yang dapat menyalurkan potensinya menjadi sesuatu yang diinginkan...
Berbahagialah bagi manusia yang diberikan waktu untuk bertaubat...
Berbahagialah bagi manusia yang menghargai dan mengasihi orang lain, alam, serta makhluk hidup lainnya...
Berbahagialah bagi manusia yang hidup untuk beribadah.


Berbahagialah...selama kita bisa merasakan kebahagiaan...
Karena kebahagiaan itu ditentukan oleh diri sendiri...

Selasa, 24 Mei 2011

BintangKu

Kau tau mengapa aku suka melihat bintang?
Karna tiap kali melihat bintang, aku teringat pada seseorang,,,

Kamu...

Kamu tau, ada miliaran bintang di angkasa.
Tapi yang bisa aku tangkap menggunakan teleskop hanya sekitar 3 ribu bintang karna aku hanya dapat melihat bintang di bagian dalam bola langit.

Sama halnya manusia yang hidup di bumi,,,banyak sekali.
Tapi dari sekian banyak manusia, aku menemukan kamu...

Kamu adalah satu dari banyaknya jumlah manusia...
Kamulah yang ditakdirkan bertemu denganku.

Kamu tau? Bintang-bintang seperti berkedip-kedip di langit karna arah gerak cahayanya berubah sebentar-sebentar...
Sama halnya dengan kamu...
Kamu seperti berkedip-kedip saat kamu bergerak di sekitarku...
Membuatku ingin terus memandangmu...

Namun, sayangnya aku hanya dapat melihat indahnya pemandangan Bintang di tempat yang jauh dari polusi cahaya...
Dan saat langit cerah.
Seperti aku dapat melihatmu...
Karena kita memang tidak bisa selalu bertemu.

Ketika langit cerah, bintang-bintang mengingatkanku padamu
Dan saat hujan turun, aku begitu merindukanmu...

Kamu jauh,,,
Aku di sini
Kamu di sana

Tapi, ada saatnya kapan kita selalu bertemu...
Saat kamu kembali dan membawaku kepelukanmu...
Selamanya... :)

_Amour_

Kau

Awalku lihat kau,,,
Bagaikan regulus yang bersinar di pola Bintang Leo

Leo, yang dirimu tak seperti namanya...
Leo...

Tapi, sinarmu dikalahkan oleh Pullox yang bersinar di pola bintang Gemini, juga Orion
Jauh...

Kenapa...?
Karena ku tak melirikmukah...?
Sebuta-butanya aku,
Takkan pernah ku hiraukan sinarmu di angkasa lewat syarafku...

Kusempatkan tuk lirik,
Tapi kau senang memandang duniamu
Hanyaku diam resapi gerakmu dari kejauhan

Andai kau tau ku lihatmu di sini
Kucari perhatianmu agar sinarmu ke arahku

Tapi, kau justru membalik arah
Seperti meteor yang terkikis lapisan Bumi,
Semakin kecil dan tak berbentuk...

Ku coba tak ganggu kau
Ku hanya ingin kau sinariku di sini
Sedikit demi sedikit kau tau ku di sini inginkanmu
Tepat kau bersinar

Ku dapat lihat sinarmu kini... :)

-Amour-

Sahabat

Sahabat,
Hati kita bagaikan atom yang berkumpul menjadi molekul

Persahabatan kita adalah cakraepifise remaja yang terus dan terus tumbuh kian gagahnya

Kasih sayang Herba yang dimiliki, takkan pernah berhenti dan mengeras

Saat sedih,,,senang,,,
Sorotan sahabat bagai satelit yang mendeteksi di mana kita dan keadaan kita masing-masing

Baik dingin dan panas, Termal Subsystem kita bekerja.

Neutrofil dalam sel darah kalian menghancurkan sesuatu yang mencelakakanku

Bahkan,,,
Monosit kalian terkadang melenyapkan marabahayanya.

Saat batinku tergoncang, ventralku sakit, penuh dengan kekhilafan,,,
Tangan kalian berpronasi dengan membawa hal yang berarti.

Kalian merasakah,,,
Hati kita telah terartikulasi bagai tulang kita...

Sahabat,,,
Kalian adalah segalanya selain yang Maha Kuasa...

Ku ingin beradduksikan Hatiku dan Hatimu,
Selamanya...

-Amour-

Jumat, 20 Mei 2011

Kembali Pada-Nya

Tersungkurku lemah tak berdaya dalam dinginnya malam,

Sekujur tubuhku dingin, sepertinya aku tidak merasakan apapun.

Begitu aku ingin terbangun dan merasakan kehangatan.

Namun, apalah daya..karna yang kudapat adalah bongkahan es yang smakin membuatku mati rasa.

Biarkan aku temukan kehangatan dari selimutmu yang ingin ku raba…

Biarkan selimutmu memeluk diriku yang kini dingin tak berdaya…

Semakin ku diam, semakin ku mengigil.

Semakin ku memanggilmu, semakin ku menangis.

Entah apa yang membuat malam ini begitu dingin…

Apakah karna aku meninggalkan selimut tebalku menuju cahaya yang menghangatkan?

Dimana saat selimutku membawaku ke gedung yang di dalamnya terdapat pemuda dan pemudi menatapku penuh harap, seolah mereka ingin aku melihat sayap mereka terbang ketika keluar dari gedung itu… tentu saja aku ingin membantu mereka mengokohkan sayapnya hingga mampu terbang setinggi langit.

Terbawa aku kembali ke sebuah rumah mungil, melihat bocah-bocah kecil mengelilingiku di siang hari saatku mengulurkan tanganku. Ku peluk mereka satu persatu. Hingga ku menemukan pria yang begitu tampan dengan senyuman hangat menyambutku dengan pelukan. Ku dengarkan tawa mereka di seisi ruangan. Semakin ku ingin memeluk mereka dalam kehangatan…

Ku nikmati nostalgiaku bersama selimut tebalku… hingga ku tertuju akan tujuan awalku…

Tuntunlah aku dan biarkan aku menuju Syurga-Mu Ya Robbi...

Rabu, 18 Mei 2011

Rasa C.I.N.T.A

Bahasan tentang cinta tuh emang ga akan pernah habis seperti lautan yang mendominasi bumi.

Cinta bisa membuat orang yang jatuh cinta terlihat pintar, misal: jadi lebih giat belajar (karena ingin orang yang dicintai terkagum-kagum n’ bangga punya pacar pintar), jadi gemar membaca dan rajin menabung (biar nyambung kalo ngomongin apa aja n’ bisa ajak orang yang dicintai pergi bareng yang pastinya butuh yang namanya monkey eh money), pintar bersolek, terus jadi lebih tepat waktu kalo janjian (menandakan menghargai waktu, yang biasanya ini merupakan kebiasaan orang-orang yang banyak kerjaan tapi bukan kerjaannya tidur n’ makan doang), jadi penuh gagasan, penuh semangat, memperlihatkan bakat n’ prestasi, yang pokonya intinya menunjukkan betapa “kamu tidak akan menyesal memilih aku” Hehehehehe berlebihan sih. Yah, tapi jujur aja deh kalo salah satu dari itu pernah dilakuin n’ berhasil bikin terlihat pintar dimata pasangan atau menarik hati orang yang ditaksir. Walaupun, yah ada juga yang emang udah kebiasaan juga sih selalu kaya gitu meskipun ga lagi jatuh cinta.

Tapi cinta juga kadang bikin orang yang jatuh cinta terlihat bodoh, misal: keliatan kalo lagi nunggu kabarnya si dia (ini bagi yang ga tau trik jitu menarik perhatian lawan jenis yang ditaksir), jadi tersiksa karna bergaya atau berdandan menjadi orang lain bukan gaya sendiri (gara-gara kemauan pacar), ketawan kalo lagi cemburu (kalo yang ini emang beneran keliatan banget memalukannya bagi yang ga mau ketawan kalo cemburu), bela-belain ujan-ujanan demi jemput dia (padahalkan ada jas ujan atau payung gitu biar ga keujanan, yah sebagai tanda bahwa demi dia ujan pun ga menghalanginya untuk bertemu XD ), rela meninggalkan sekolah atau kuliah (bolos karena pacar emang kayanya bodoh banget, cz kalo gagal emang pacar bisa balikin waktu disaat nyesel n’ nanggung akibatnya? Jawabannya, ENGGA! Malah ditinggalin yang ada), minta ini itu sama pacar (hello, hari gini tuh ga ada yang gratis! Pasti ada kompensasi ditiap benda yang pacar kasih. Bersyukur aja buat yang dapetin pacar yang tajir n’ ga ungkit2 barang yang di kasih atau orang yang selalu ikhlas memberi. Kalo engga? Bisa minta macem2 dia), terlihat bodoh juga kalo ketawan mengintai pacar (menyelidiki gerak geriknya).

Huft, pastinya pro-kontra deh kalo bahas kaya ginian. Ini sih Cuma sepenglihatan amour aja.

Tapi, cinta juga membuat orang yang merasakannya menjadi orang yang penuh cinta kasih dan romantis.

Membuat setiap orang merasakan betapa ia beruntung bisa merasakan cinta dan bersama dengan orang yang juga mencintanya.

Baiklah, sesungguhnya cinta itu justru mengikat dua hati yang saling menerima cinta itu apa adanya. Membuat orang yang dicintai lebih baik dari sebelumnya, membiarkan orang yang dicintai terbang bebas mengepakkan sayap yang dimilikinya tanpa takut ia pergi. Karena ia akan kembali kepada cintanya jika memang itulah cintanya.

Secara teoripun tidak ada yang mampu menjelaskan apa itu cinta. Maka, nikmatilah rasa cinta yang unik dirasakan dan dialami setiap insan yang kini mungkin juga sedang dirasakan. Karena cinta merupakan anugerah yang dikaruniakan-Nya kepada umat manusia untuk saling menjaga dan mengasihi. Maknailah cinta dengan sebaik-baiknya…

Selasa, 10 Mei 2011

Permainan Dio dan Nina

Ada cerita tentang orang tua dan anak. Orang tua menjadi teman bagi anak-anaknya di cerita ini.
Ini mungkin salah satu tanda cinta yang ditunjukkan orang tua dengan rela jadi teman bermain anak-anak hihihihi....

Suatu hari, Nina melihat ayahnya dan adiknya bermain perang-perangan. Adik Nina, Dio, membuat senjata mainan sendiri dari raket badminton diikat dengan tali yang menggantung di leher dan lengannya. Ia mengikat kepalanya dengan ikat kepala seperti Rambo. Dio mengganggap senjata yang dibuatnya itu sebagai senapan yang siap menembak musuh-musuhnya. Dio berteriak, "Dar dar dar dar dar dar dar dar..." ketika melihat musuhnya, yaitu ayah. Ketika itu ayah berpura-pura terluka, "Aaaa..." ayah menjatuhkan diri di lantai.
Nina sangat terheran-heran dengan hal yang dilakukan ayah. Menjatuhkan diri di lantai padahal Dio kan hanya menembak dengan senjata bohongan pikirnya.
Tapi ketika itu Dio berteriak kegirangan, seolah dirinya ialah seorang pahlawan pemberantas kejahatan. Ayah pun meminta ampun pada Dio.

"Wah, kamu terluka parah. Apakah terasa sakit?" Tanya Dio pada Ayah.

"Iya, sakit sekali. Ampun, ampuuuun..."

"Baiklah, aku akan mengobati lukamu. Asal kau tidak lagi berbuat jahat, ok!"

"Baik, saya janji. Tapi tolonglah saya..."

Dio pun mengobati ayah dengan membalut luka-luka ayah.

Nina langsung bertanya kepada ibu, "Ibu, kenapa ayah melakukan itu?"

Ibu hanya tersenyum dan berkata, "Biarkan saja ayah dan Dio bermain Nina, kamu mau bermain dengan ibu?"

"Ibu, aku mau bermain masak-masakan, bagaimana kalau kita berperan menjadi koki seperti kak Farah Queen bu?"

"Oke deh, ibu berperan sebagai apa Nina?"

"Ibu jadi bintang tamu, Ibu menjadi seorang turis yang berkunjung ke Indonesia. Nina menjadi kak Farah Queen. Kita berada di Pantai Nusa Dua Bali yah bu, bagaimana kalau kita memasak kue pelangi yang pernah aku buat bersama ibu?"

"Oke deh, ayo kita siapkan bahan-bahan yang kita butuhkan Nina!"

Ibu dan Nina pun bermain bersama. Ibu menjadi seorang turis yang antusias melihat Nina membuat kue. Ibu menikmati kue pelangi buatan Nina dengan wajah berseri-seri. Ini semakin membuat Nina senang dan ingin membuat jenis kue lainnya dan bermain masak-masakan lagi bersama Ibu di lain waktu. Ibu pun dengan senang hati memainkan perannya lagi dan membantu Nina mencoba membuat jenis kue lainnya.


Bermain sangat penting bagi anak. Ternyata orang tua juga dapat menjadi teman bermain bagi anak. Cerita tentang Dio dan Nina menggambarkan betapa mereka senang sekali dan memperlihatkan emosinya dengan tepat. Ayah dan Ibu ikut berperan dalam permainan Nina dan Dio. Dengan ayah berpura-pura terluka membuat Dio merasa bangga sebagai seorang "Hero". Dio juga menunjukkan rasa belas kasih ketika melihat musuh terluka dengan mengobatinya. Permainan ini melatih motorik anak.

Ibu membiarkan Nina menentukan peran dan ide permainan. Ini merangsang imajinasi Nina.

Anak seusia mereka juga memperlihatkan emosinya seperti senang, sedih, takut, cinta, cemas dan sebagainya. Permainan ini mampu membantu anak dalam menempati perasaannya dengan tepat. Kapan mereka harus senang, sedih, dsb. Berikanlah peluang untuk bermain bagi anak agar melatih motoriknya dan melatih kecerdasan emosinya sebagai tanda cinta pada anak :D... Selamat bermain^0^...

Rabu, 25 Agustus 2010

CINTA MONYET FT. MAKAN JENGKOL

Waktu ketemu dengan siswa-siswa SMA. wow, mereka kebanyakan tertarik kalo ngebahas tentang cinta. Dikalangan remaja, cinta itu diibaratkan cinta monyet. Mm... biasanya juga cuma cinta sesaat aja alias ngegantung hubungannya mau dibawa kemana? *dibawa jalan2, dibawa main, dibawa mimpi?* hahahaaha ngaco...yang pasti beda dengan cinta orang dewasa yang sudah merencanakan hubungan serius untuk dibawa ke pernikahan. Nah, cinta monyet ini berkolaborasi dengan istilah makan jengkol. karena, ketika makan jengkol itu (bagi yang suka jengkol) rasanya nikmat banget. makan satu pengen lagi. eh, pas jengkolnya abis tinggal baunya doang. kalo udah tinggal baunya doang, yah mau ga mau berusaha buat ilangin baunya itu p wangi lagi. ga mau buka mulut lebar2 malahan. hehe...
nah, hubungannya dengan perasaan sesaat adalah. ketika menyukai seseorang. bawaannya penasaran terus. nyari tau tentang dia. info tentang dia selalu apal. rumah dimana, les jam berapa, suka jalan bareng siapa, makan jam beraa, buang air kapan (loh ko?) hahahaha...
ketika udah dapetin orang itu jadi 'pacar' udah deh...lama2 palingan juga bosen. hihihi...putus deh. atau udah ada yang wangi lain lagi alias orang lain yang disuka. mm...siapa yah yang kaya gini? atau kalo udah tau ternyata dia udah jadian sama orang lain. wah bau banget rasanya kaya jengkol. hihi...pengen ngelupain aja deh. sakit rasanya. huhuhuhuhu...kenapa dia ga milih gw? (dalem hati)

Sabtu, 08 Mei 2010

Cahaya untuk Riyan


Cahaya menerangi Riyan ketika semua jawaban atas semua pertanyaan yang menjadi tanda tanya besar bagi Riyan tentang Tian dan ia sendiri. Semua pertanyaan telah terjawab. Seberapa rasa sayang Tian pada Riyan? Tidak akan lagi seperti dulu dan sudah tergantikan. Tian sudah memberikan seluruh kasih sayang dan cintanya untuk seseorang yang ia pilih dan kini bersamanya. Apakah mereka berjodoh? Itu tidak tau, yang pasti Tian dan Riyan tidak akan menjadi suami istri seperti yang diimpikan Riyan ketika masih bersama Tian. Karena jawaban yang Tian berikan membuat Riyan sadar bahwa Riyan bukan yang terbaik untuk Tian. Tian pun bukan yang terbaik untuk Riyan. Kenangan hanyalah kenangan... Kenangan Riyan dan Tian hanya dapat menjadi sebuah cerita cinta dalam hidup mereka. Hidup itu seperti misteri. Waktu terus berputar dan tidak akan bisa kembali. Manusia hanya bisa berencana, namun Tuhanlah yang menghendaki terwujud atau tidaknya rencana yang dibuat manusia. Konyol jika terus menyesali keadaan. Karena manusia sendirilah yang menentukan kebahagiaannya sendiri. Tidak ada yang sia2 dalam hidup ini. Semua bisa dijadikan pengalaman, pembelajaran, dan diambil hikmah. Tidak ada pula yang kebetulan dalam hidup ini. Maka, menyesal bukanlah kata yang tepat. Namun, bersyukur karena Tuhan masih memberikan waktu untuk bisa membuat cerita hingga saat ini. Ini yang dialami Riyan. Bukanlah kesedihan yang dirasa, Riyan justru bahagia. Bahagia terlepas dari tanda tanya besar dalam hidupnya. Ia tahu bahwa orang yang ia sayangi bahagia. Riyan memang tidak bisa menyayangi Tian seperti dulu dan tidak bisa lagi mencintai Tian. Karena Riyan juga harus bisa membuka hatinya kembali untuk pria lain dan untuk kebahagiaan Riyan sendiri. Satu tahun Riyan menunggu dan kini Riyan menemukan hidupnya kembali bersinar... Riyan teringat lagu yang ia dengar ketika ia duduk di bangku kelas 1 SMP,,,yang dinyanyikan oleh Sherina... "Matahari bersinar terang seolah tersenyum senang..." Riyan melantunkan lagu itu seperti bocah yang dengan riang berlari-lari di taman. ^0^ -SELESAI-

Isi Hati 'Caca'

Kisah ini adalah kisah nyata yang ditulis caca (pemilik cerita ini) pada hari Selasa, 27 Januari 2009...
Pastinya udah ijin dulu sama caca buat nerbitin cerita dia di blog ini. hahahaha malah caca yang pengen.
Begini ceritanya...

Hihihihihi:)
Hayhay!!!
Kamu tau ga sih apa itu cinta?
Aku sih cuma sering ngelamin gejala-gejala cinta. Dengan begitu aku bener2 ngerti apa sih cinta. Tapi tetep aja sih cinta itu ga bikin aku puas kalo ga ngerasain gejala-gejalanya.
Namaku Ca singkatan dari campur aduk. hehehehe tapi diulang jadi 'caca' :P... aga maksa tapi emang bener nama caca itu mewakili perasaan caca yang campur aduk. Kadang seneng, sedih, bengong, 'oon', ga nyambung, bingung, dan malu-maluin. Lah ko jadi ga cuma perasaan yah? Ada kebiasaan lain caca juga. hahahahaha
Eh tapi yah, malem ini caca lagi kena yang namanya 'krisis kasih sayang' syndrom nih...hahahaha ada ga sih?
Jadi, meskipun cowok caca udah kasih perhatian, caca belum puas-puas aja tuh. Jadi pengennya di sayang-sayang melulu. Sampe caca puas. Mangkanya caca sebut dengan 'krirs kasih sayang' syndrom. hahahahaha
Caca itu buat cara gimana cowok caca itu sadar kalo caca lagi pengen dinomer satukan. Soalnya caca ngerasa kadang dikesampingkan sama cowok caca.
Misalnya cowok caca sekarang nelpon caca, tapi caca ga angkat. Maklum caca lagi di kamar mandi. Nah, tapi waktu caca telpon balik, cowok caca ngomongnya irit sumriwit cabe rawit pengen gigit. Idih tadi nelpon, giliran ditelpon balik ngomongnya irit.
Ternyata cowok caca lagi nonton DVD. hahahahahahaha DALEM.
Hayo loh caca emang enak...hihihihi
Tapi tunggu dulu. Ini sih caca nya aja yang emang lagi kena 'krisis kasih sayang' syndrom. Padahal cowok caca masih kasih perhatian tau!
Nah, udah gitu cowok caca sms. Tapi tetep aja caca ga puas dengan smsnya. Wuaduh caca ribet banget yah?
Ternyata gw baru hari pertama menstruasi.
Tuing Tuing. Itu sih Pre Mesntruasi Syndrom juga x ca...
Tapi caca ngerasa lagi ngerasa seneng juga campur ga puas dengan sikap cowoknya. Caca caca ada ada aja yah?
hahahahahaha
"Namanya juga lagi nonton DVD. Lagi seru x ca. Caca juga kalo lagi nonton ga mau diganggu kan? (ngomong sendiri dalam hati). Emang PMS x ca."
hahahahaha
Tapi caca cuma lagi kaya gitu aja padahal caca sayang banget sama cowok caca lhooooooo....^o^
Buktinya sekarang lagi mikirin gimana supaya caca dan cowok caca cocok selamanya...hehehehe
Di sela2 kesibukan caca, caca tetep mikirin cowok caca ^o^
Cowok caca juga sayang sama caca. Cuma emang dia cuek banget orangnya padahal sebetulnya sayang. ;P

Nah loh...
Ini sih curhatannya si caca.hahahaha
Mungkin juga dirasain sama cewek2 lain yang punya pacar cuek banget x yah. Pengennya diperhatiin, tapi cowoknya cuek banget. Jadinya jengkel sendiri n marah2 ga jelas tu kaya si caca juga...ckckckckck...
Cerita ini hiburan aja buat cewek2 yang ngerasa ngalamin hal yang sama... Silahkan tertawa melihat kelakuan caca... berasa ngetawain diri sendiri.
Bagi yang ga ngerasa gitu, silahkan mengernyitkan jidat sambil berkata dalam hati "Maksudnya apa nih? Gajebo." hahahahahaha
Silahkan merefleksikan cerita ini masing2 yang pasti beda2. Tertawa atau mengernyitkan jidat? hahahahahaha^o^

Jumat, 07 Mei 2010

MAAF DAN TERIMA KASIH

Menyimpan dendam itu memang ga baik...ikhlas itu yang terbaik...
Kisah ini tidak akan pernah terlupa...
Penginspirasinya juga...Kebencian terhadap amour pasti masih melekat...begitupun amour terhadap penginspirasi...
Apapun yang terjadi, rasa bersalah terus menghantui jika tidak saling mengikhlaskan....
Begitupula terhadap seseorang yang mengispirasi kisah ini...
Meskipun tersimpan rasa dendam...masih ada tersimpan kisah manis.
Harus diikhlaskan. Terima kasih kepada seseorang yang telah mengispirasi kisah ini...

Keterbatasan Orang Tua

“Berbohong itu dosa nak...”

Orang tua selalu mengatakan hal itu ketika kita kecil. Namun, perkataan orang tua tidak konsisten lagi ketika mereka mengkondisikan berbohong menjadi kebiasaan. Hal ini terjadi pada anak bernama Hari yang memiliki orang tua yang selalu mengatur hidupnya dan selalu menuntutnya ini dan itu.

“Hari! Dimana kamu? Sama siapa? Ada acara apa? Kenapa pulang telat? Kamu ini goblok! Kamu tolol! Anak durhaka! Anak ga tau diri! Ngapain kamu main terus? Belajar! Tugas kamu Cuma belajar bukan main!!!! Kamu tu yah, ngelawan orang tua aja! Kamu berani yah bohongin orang tua! Orang tua itu selalu benar, anak selalu salah...jadi kamu gak usah ngelawan! Karena kamu itu selalu salah! Udah deh ngapain ikut kegiatan kaya gitu, masih goblok juga kamu!”

Kata-kata itu yang sering diterima Hari sejak ia kecil. Bayangkan, sudah sejak Hari SD, ia diperlakukan seperti itu hingga saat ini. Hari kini adalah seorang Mahasiswa yang pandai di salah satu Universitas Negeri. Ia seorang pemuda yang terlihat ceria, mudah bergaul, pandai, berbakat, namun siapa sangka ia memiliki jalan hidup penuh tekanan dari orang tua yang otoriter.

Hukuman yang diterima Hari, yaitu:

  1. Dicaci maki hingga kepala ingin pecah rasanya => Ini adalah resiko hukuman yang paling ringan dari yang lain.
  2. Diludahi
  3. Kepala ditenggelamkan dalam bak mandi
  4. Ditampar

Ehm-ehm...


Aduh, rasanya sakit perut waktu tahu hukuman yang Hari terima. Beruntung bagi kamu yang memiliki orang tua demokratis, yang tentunya pengertian, perhatian, dan mau mendengarkan pendapat anak dengan terbuka. Bayangkan jika memiliki orang tua seperti orang tua Hari.

Hari selalu bertanya dalam hati ketika orang tunya marah kepada. “Apa bener gw anak kandung mama papa? Apa ia mereka orang tua gw? Kenapa mereka memperlakukan gw kaya gini? Kenapa w jujur dicaci, w bohong juga dicaci? Apa yang harus gw lakukan agar mereka percaya dengan gw dan berhenti ngatur hidup gw? Gw udah dewasa, ga perlu terlalu diatur kaya gini. Kenapa mereka selalu memotong pembicaraan gw ketika gw ingin membela diri? Apa dengan mereka merasa mereka selalu benar baik buat gw? Kenapa gw gak bisa punya orang tua seperti teman-teman gw? Apa ini tanda sayang mereka ke gw? Kenapa rasa sayang mereka hanya diukur dari materi yang mereka berikan?”

Anak berbohong bukan karena mereka ingin, tapi karena mereka takut menerima apa yang akan terjadi ketika mereka jujur. Hari tidak pernah berbohong pada siapapun kecuali ORANG TUAnya sendiri. Bayangkan, orang tuanya sendiri.

Bagi orang tua, mungkin ada yang menganggap bahwa memarahi anak adalah cara yang tepat untuk membuat anak jera atau tidak mengulangi kesalahan. Namun, kejujuran seorang anak apakah harus dibalas dengan cacimaki?

Orang tua adalah orang yang pertama kali anak kenal, dekat, dan tahu semua tentang anak. Anak percaya bahwa orang tua akan melindunginya. Tapi, jika anak merasa ingin terbuka terhadap orang tua namun orang tua justru menolak dengan kata-kata kasar, apakah anak akan merasa terlindungi? Apakah anak akan merasa aman? Apakah anak akan JUJUR kepada orang tua?

Contohnya adalah Hari yang ketika SD ingin bermain dengan teman-temannya. Jika ingin bermain, ia selalu di jemput teman-temannya untuk bermain. Tapi, ibunya selalu melarangnya bermain. Ibunya selalu menyuruhnya belajar dan belajar. Padahal Hari sudah lelah dengan terus belajar. Di sekolah belajar dan sepulang sekolah pun harus belajar. Jika Hari membantah, hukuman Hari berlaku. Hal tersebut masih terus Hari rasakan hingga saat ini.

Suatu hari, Hari bermain dengan teman-teman SMPnya sepulang sekolah ke Mall terdekat. Ia hendak refreshing sebentar setelah sekolah. Hari ijin kepada ibunya dengan bilang kalau ia ada kerja kelompok dengan teman-teman sepulang sekolah. Hal ini Hari lakukan karena ibunya yang selalu memarahinya jika ia ingin bermain. Hari tidak mungkin bilang ia akan main. Jika bilang, hukuman berlaku.

Uniknya, jika Hari berbohong pasti ketahuan. Sepulang sekolah Hari melihat ibunya sudah bertolak pinggang, mata melotot, dan pipinya merah seperti sedang melihat mangsa yang hendak diterkam. Ternyata, tetangga Hari ada yang melihat Hari pergi ke Mall. Tetangganya itu kebetulan sedang ada perlu dengan ibunya Hari. Seperti halnya ibu-ibu kebanyakan, jika bertemu pasti ada saja yang dibicarakan termasuk membicarakan Hari yang sedang bermain di Mall bersama teman-temannya. -hukuman dimulai-.

Itu adalah awal Hari berbohong dan awal ibunya beralasan tidak mempercayainya lagi. Hari sakit hati sekali. Ia memendam hal ini belasan tahun lamanya sendirian hingga akhirnya ia mau bercerita pada orang lain, yaitu orang terdekat yang ia percaya. Air mata jatuh ketika ia mendapat perlakuan ibunya yang kasar jika ia melakukan kesalahan, hingga Hari mulai tak menjatuhkan air matanya lagi karena sudah terbiasa.

Hal yang dilakukan Hari yang menurut ibunya kesalahan, seringnya tidak masuk akal. Hari ingin ikut ekstrakurikuler adalah kesalahan. Hari ingin ikut paduan suara dan akan lomba di luar negeri adalah kesalahan. Hari ijin bermain dengan teman-teman ketika liburan panjang adalah kesalahan. Hari ingin menentukan jurusannya sendiri ketika masuk Perguruan Tinggi adalah kesalahan. Hari pulang larut malam karena macet adalah kesalahan. Dan lain sebagainya yang menurut saya bukan kesalahan tapi hal yang bisa dimaklumi dan diskusikan dengan baik.

Hari bosan, sejak dulu hingga ia menjadi mahasiswa kini, yang seharusnya ia mandiri tetap diperlakukan seperti anak-anak yang belum bisa mengatur hidupnya sendiri.

Mungkin Tuhan mentakdirkan Hari hidup mandiri karena jika ia dekat dengan orang tua Hari akan terus tertekan. Hari, sejak SMA tinggal berjauhan dari ayah dan ibunya. Mereka tinggal di kota yang berbeda dan berjauhan hingga saat ini.

Alasan mengapa Hari tidak ingin jujur pada ibunya jika ia akan mengisi liburan panjangnya dengan bermain bersama teman-teman adalah tak lain karena hukuman dan peraturan orang tua terus berlaku. Ia memilih tidak bilang daripada ia dilarang, diatur, dan dicaci.

Ayahnya keras dan terlalu sibuk dengan pekerjaannya. Ibunya pun lebih keras dari ayahnya. Hari selalu berjanji pada dirinya sendiri bahwa ia tidak ingin anaknya merasa tertekan seperti dirinya. Ia tidak ingin menjadi orang tua seperti ayah dan ibunya. Ia ingin menerapkan sistem demokrasi dalam keluarganya. Saya bangga dengan pemikiran Hari seperti ini. Bahkan ia bukanlah tipe orang pendendam meskipun orang tuanya selalu meninggalkan luka di hatinya.

Hari adalah orang yang cerdas berdasarkan tes kecerdasan namun rapuh secara psikologis. Meskipun ia hidup di bawah tekanan. Ia tidak diam dalam tekanan yang ada. Ia membuka dirinya diluar tekanan itu, ia mempelajari banyak hal namun tetap kerapuhan itu terlihat. Kecemasan dan ketegangan hidupnya sangat terlihat dibanding kecerdasan dalam berpikir matang2 dalam mengambil keputusan akibat tekanan.

Hari suka melakukan hal yang ia inginkan meskipun orang tua suka ikut campur dan merusak impiannya.

Orang tua Hari seperti angin. Angin yang sejuk, menimbulkan topan, puting beliung, dan tiba-tiba sejuk kembali. Sulit sekali memprediksi perubahan anginnya. Angin itu berubah sesuai kehendak mereka sendiri. Orang tua Hari, khususnya ibunya mudah terpengaruh perkataan orang lain yang membuat ia sering tidak percaya pada anaknya sendiri. Padahal, bagaimanapun anak, seharusnya orang tua tidak hanya mendengarkan perkataan orang lain tapi juga mendengarkan anaknya sendiri dengan tidak menghakimi terlebih dahulu.

Gengsi adalah hal utama yang orang tua Hari miliki. Hingga akhirnya, meskipun mereka melakukan aturan mereka karena sayang terhadap Hari, yang diterima Hari dan disampaikan orang tua tidak terlihat tujuan sebenarnya. Ini membuat Hari menyayangi orang tua karena mereka memberinya uang, bukan karena mereka menyayangi Hari dengan perhatian dan hal-hal yang diharapkan Hari. Sedih sekali jika mengetahui kisah Hari dan orang tuanya yang pasti sebenarnya sangat menyayanginya meskipun cara yang disampaikan tidak tepat.

Orang tua melakukan hal-hal terhadap anak didasari oleh pengalaman mereka. Kita tidak pernah tahu apa pengalaman yang dialami orang tua Hari hingga menerapkan pola asuh seperti itu. Namun, tetap saja setiap orang harus hidup dengan belajar dari pengalaman bukan hidup berdasarkan pengalaman yang ada. Karena pengalaman tidak semua bisa diterapkan di masa berikutnya bukan? Seperti pasir yang disaring dari kerikil yang ikut bercampur. Pengalaman pun disaring seperti pasir. Pengalaman tidak semuanya bisa diambil, tapi dipelajari. Dan Hari pun belum dapat menentukan sikap yang dapat dimengerti orang tuanya (saat itu).

Lalu, akan menjadi seperti apakah Hari di kehidupan selanjutnya?

Bagi yang memiliki orang tua seperti orang tua Hari, apakah yang akan Anda lakukan? Jika Anda adalah orang tua seperti orang tua Hari, apakah yang Anda pikirkan?

Anak adalah titipan Tuhan yang harus dipelihara, dibimbing, diajarkan, dan dijaga dengan baik hingga ia tumbuh dewasa dan mampu memilih jalan hidupnya sendiri. Tapi satu yang pasti ada di benak anak adalah untuk tidak menyalahkan orang tua.

Ada sebuah Kutipan dari Kristine Batasina G. tentang kamu dalam bukunya ‘Curhat Yuk!’ yang sahabat saya berikan kepada saya...

Kamu bukanlah apa kata orang.

Kamu bukanlah bagaimana yang terpancar dari wajah orangtuamu.

Kamu berharga.

Bahkan, tanpa prestasi atau keterampilanmu, kamu tetap berharga. Kelahiranmu ke dunia inilah yang menjadikan dirimu tak ternilai.

Kamu ada.

Kamu hidup.

Dan itu sudah cukup untuk memperjuangkan keadaanmu.

Jangan merasa rendah diri.

Tuhan tidak pernah membuat produk massal.

Dia membuatmu secara personal.

Buktinya, hanya ada satu Einstein di dunia ini.

Hanya ada satu daVinci.

Satu Beethoven.

Satu Bill Gates.

Dan hanya ada satu kamu.