Rabu, 23 Mei 2012
Aku Ingin Terbang
Mengemban tugas yang mungkin aku ingin lakukan namun bukan dalam ideologiku sendiri
Aku seperti penuh semangat dan ingin melakukan yang terbaik namun bukanlah demi diriku
Seperti lelah aku terdiam dan menangis, karena melihat semua tidak seperti yang aku harapkan
Namun, aku tidak akan terlalu lama dalam keterikatan yang semakin lama semakin terasa menekan ini
Aku akan mengepakan sayap yang aku punya dan sudah lama ingin aku terbangkan secara bebas ke tempat yang aku suka
Tak peduli siapapun ingin memandangku kekanakan, aku memanglah gadis yang baru belajar menerbangkan kekuatan sayap yang aku punya
Bisakah ia, mereka, melihatku sebagai individu yang membutuhkan kebebasan?
Aku sendirilah yang nampaknya harus memasang sepatu boot dan menyiapkan kuda untuk aku lari bersamanya sejauh mungkin dari pusaran angin yang mengikutiku ini
Penat, penat rasanya memutari lapangan yang berisikan akar-akar menghalangi pekarangan indah itu
atau aku yang terlalu merasa seperti ada yang mengejarku?
Ya, aku menyadari, bukanlah ia dan mereka, tapi aku, aku yang dapat menikmati masa muda ku ini dengan pengalaman yang berarti.
Akulah yang dapat perlahan membuka tali yang mengikatku kencang ini
Akulah yang dapat membuat ini adalah bentuk pengalaman bukan keterikatan yang menyesakan
Saat ini, hanya akulah yang dapat mengubah situasi yang aku rasakan.
Aku sudah membayangkan dan akan terbang, karena akan ada tempat yang menyambut kedatangan ku untuk bersama-sama mengepakan sayap menuju kebahagiaan....
Minggu, 03 Juli 2011
Istimewa
i love you
I love you because you love me
I love you because my destiny to meet you
I'm happy because you love
I felt a longing for love
because the love I feel the warmth
because the love I have the power
because I'm in love with you
Sabtu, 02 Juli 2011
Bukan cuma pelengkap hidup
Gw bersyukur menjadi wanita…
Yah , walaupun gw sempet di kasih predikat ganteng di SMP sama sobat gw yang Cantik (laki-laki) gara-gara hobi kita ketuker. (dia hobi nyalon gw karate) => bias gender ga sih nih?huhuhu
Kenapa yah, masih ada aja yang bilang wanita itu makhluk lemah yang harus dilindungi oleh pria. Hello… pria memang mesti melindungi tapi bukan berarti wanita itu lemah. Kalau dibilang wanita didominasi oleh perasaan daripada logika, oke oke kalo itu gw masih terima (kalo setuju, aga kepaksa). Tapi kalau wanita dianggap lemah, gw ga setuju.
Siapa bilang wanita itu makhluk lemah?
Yang bilang gitu, gw pengen dia hamil kaya Arnold di film Junior atau nonton film itu deh, n’ ngasuh bayi sampe mandiri selama 24 jam sehari.
Waktu di semester awal gw ambil mata kuliah filsafat, gw dkk plus dosen tercinta membahas filosofi seorang wanita.
Secara filosofi, wanita itu makhluk yang kuat. Kenapa? Karena wanita memiliki naluri seorang ibu. Ibu-ibu pada umumnya mengandung dan melahirkan seorang anak atau lebih. Proses selama mengandung itu adalah hal yang luar biasa. Dosen gw sebagai seorang laki-laki pun bangga terhadap wanita. Jadi, jangan mengeluh takut gemuk, takut jelek, takut badannya ga bagus lagi sesudah melahirkan. Kayanya ketakutan itu bisa diantisipasi deh dengan perawatan, konsultasi ke dokter kecantikan atau tempat-tempat khusus perawatan kecantikan tubuh atau perawatan tradisional.
Nah, liat Arnold yang menderita banget waktu hamil n’ melahirkan aja ngerinya minta ampun. Segitu Arnold yang terkenal kuat banget itu, ternyata memerankan adegan hamil n’ melahirkan tampak ga berdaya juga. (pasti ngebayangin lahirinnya lewat mana) hahaha…
Gw bersyukur punya ibu yang cerdas merawat dan mendidik gw dari kecil sampe gw bener2 dewasa. (ngaku udah dewasa)
Pria,
Gw memang tidak memungkiri bahwa gw butuh cinta dari seorang pria, terutama ayah.
Gw bangga dengan ayah gw yang memiliki prinsip hidup yang luar biasa. Melindungi keluarga dan memberi contoh teladan bagi anak-anaknya hingga menjadi anak yang kuat, juga mempertahankan prinsip hidupnya meskipun ada saja kabar tidak sedap mengenai profesi ayah gw n’ sikutan dari berbagai pihak yang iri.
Sorry, memang kenyataannya saat ini (fenomena yang gw liat) sebagian besar manusia menunjukkan sifat iri hati. Contoh, lawakan yang didominasi oleh “lelucon” daripada “humor”.
Apa sih bedanya lelucon dengan humor?
Nah, ini juga sempet gw bahas di mata kuliah filsafat (yang masih gw inget sampe sekarang).
Meskipun gw bukan mahasiswa jurusan filsafat hehehehe (tidak mencerminkan juga soalnya) huhuhu….
Yup, balik lagi ke lelucon n humor.
Kenapa gw bilang beda? Meskipun sama-sama gurauan, tapi ada unsur yang berbeda yaitu objek dan topiknya.
Jaman dulu, jamannya masih ada pelawak atau komedian seperti Almarhum Ateng, Benjamin, Iskak, dll sampe tokoh Lupus (gw yakin angkatan ade gw yang masih bayi, SD, n SMP sekarang ga kenal nama-nama itu) itu masih bersifat humor (btw, ade gw banyak amat yah) hihihi.
Sense of humor mereka tinggi n’ berciri khas.
Mangkanya sampe sekarang masing dikenang.
Nah, komedian atau pelawak jaman dulu yang udah gw sebutin itu, mereka melucu dengan tidak menghina orang lain atau lawan mainnya. Prinsipnya lebih baik meledek diri sendiri dari pada orang lain untuk menghibur orang.
Contoh, Benjamin yang melawak lewat lagu dan tingkah lucunya. Kata-kata yang disampaikan meskipun gurauan tapi bermakna. Ateng juga melucu dengan memperlihatkan kelucuan fisiknya sendiri yang memang Ateng memiliki postur tubuh pendek. Lupus, melucu lewat tebak-tebakannya yang terdengar “bodoh” tapi ”cerdik” n’ “cerdas”. Nah loh, gimana tuh?
Kalau lelucon itu beda dengan humor cz lebih kepada ngata-ngatain orang lain (sebagai gurauan). Misal menjelek-jelekan fisik orang lain (si boncel, si gagap, si gendut, dll) atau kekurangan orang lain supaya orang ketawa.
Kalau dilihat secara mendasar, apabila saat ini orang-orang lebih tertawa menyaksikan lelucon seperti itu, maka memang manusia memiliki sifat dasar “iri”. Karena merasa senang jika orang lain dihina, dicaci, dicemooh, dan di jadikan objek penderitaan. (relfeksi diri).
Hihihihi….
Jadi jangan kaget kalau di dunia kerja pun saling gontok-gontokan. Tapi balik lagi, kejujuran, kebenaran, dan kebaikan itu selalu happy ending (nyimak aja deh cerita difilm-film...hihhi). N’ ikhlas juga bikin happy aja. Berkah lah pokonya… hehehehe yah, walaupun mesti kuat mental n’ sabar tentunya. Tapi kan Tuhan itu maha Adil..:)
Kenapa jadi meluas gini yah, jadi panjang kali lebar topiknya.
Balik lagi, sebenernya gw mau nulis aja tentang apa yang gw pikirin. Yah aga katarsis juga sih alias meluapkan perasaan n’ pikiran gw.
Dalam agama gw, menikah itu setengahnya dari ibadah selama hidup. Jadi pahalanya gede banget kalau nikah karna ibadah. Gw juga mengakui kalau gw jatuh cinta dengan pria bukan wanita. Gw membutuhkan pria. Mungkin pria juga seharusnya mengakui butuh wanita cz mereka dilahirkan oleh seorang wanita juga. Hehe (bukan Arnold)
Namun, bukan berarti wanita menggantungkan dirinya terhadap pria dan bukan berarti pria menggantungkan dirinya terhadap wanita.
See?
Pria dan wanita saling melengkapi (kolaborasi), tapi bukan saling bergantung satu sama lain.
Hahahaha,,,lagian ngapain sih pake acara gantung menggantung. Pacaran aja digantungin ga enak (loh, ga nyambung) :P
Gw juga ga enak sebenernya denger ada yang bilang wanita itu lemah tanpa bukti yang otentik atau hal yang mendasarinya. Meskipun kekuatan gw juga emang ga segede Arnold sih.
Btw, terlepas dari membahas mengenai gender, wanita saat ini sudah bisa berkarir dan memiliki pekerjaan yang biasanya dilakukan oleh laki-laki. Seperti montir, supir, dll. Pria pun bisa menjadi koki, dokter kandungan, dll yang biasa dikerjakan oleh wanita.
Jadi, jangan memandang atau menilai seseorang dari “dia itu kan cewe.” Atau “emang cewe bisa apa?”
“Aku pasti bisa!”
Yang ga bisa itu kalau ga dicoba.
Tapi kalau masalah cinta, gw seneng kalau ada pria yang tulus mencintai wanita seperti gw ini (seperti apa emang?) n’ menganggap gw sebagai partner, bukan pelengkap hidupnya. Dan gw merasakannya saat ini. Hehehe :P
Senin, 27 Juni 2011
My Perfect Night
Say no to Galau...

Galau...
Rabu, 25 Mei 2011
Berbahagialah...
Selasa, 24 Mei 2011
BintangKu
Kau
Sahabat
Hati kita bagaikan atom yang berkumpul menjadi molekul
Jumat, 20 Mei 2011
Kembali Pada-Nya
Tersungkurku lemah tak berdaya dalam dinginnya malam,
Sekujur tubuhku dingin, sepertinya aku tidak merasakan apapun.
Begitu aku ingin terbangun dan merasakan kehangatan.
Namun, apalah daya..karna yang kudapat adalah bongkahan es yang smakin membuatku mati rasa.
Biarkan aku temukan kehangatan dari selimutmu yang ingin ku raba…
Biarkan selimutmu memeluk diriku yang kini dingin tak berdaya…
Semakin ku diam, semakin ku mengigil.
Semakin ku memanggilmu, semakin ku menangis.
Entah apa yang membuat malam ini begitu dingin…
Apakah karna aku meninggalkan selimut tebalku menuju cahaya yang menghangatkan?
Dimana saat selimutku membawaku ke gedung yang di dalamnya terdapat pemuda dan pemudi menatapku penuh harap, seolah mereka ingin aku melihat sayap mereka terbang ketika keluar dari gedung itu… tentu saja aku ingin membantu mereka mengokohkan sayapnya hingga mampu terbang setinggi langit.
Terbawa aku kembali ke sebuah rumah mungil, melihat bocah-bocah kecil mengelilingiku di siang hari saatku mengulurkan tanganku. Ku peluk mereka satu persatu. Hingga ku menemukan pria yang begitu tampan dengan senyuman hangat menyambutku dengan pelukan. Ku dengarkan tawa mereka di seisi ruangan. Semakin ku ingin memeluk mereka dalam kehangatan…
Ku nikmati nostalgiaku bersama selimut tebalku… hingga ku tertuju akan tujuan awalku…
Tuntunlah aku dan biarkan aku menuju Syurga-Mu Ya Robbi...
Rabu, 18 Mei 2011
Rasa C.I.N.T.A
Bahasan tentang cinta tuh emang ga akan pernah habis seperti lautan yang mendominasi bumi.
Cinta bisa membuat orang yang jatuh cinta terlihat pintar, misal: jadi lebih giat belajar (karena ingin orang yang dicintai terkagum-kagum n’ bangga punya pacar pintar), jadi gemar membaca dan rajin menabung (biar nyambung kalo ngomongin apa aja n’ bisa ajak orang yang dicintai pergi bareng yang pastinya butuh yang namanya monkey eh money), pintar bersolek, terus jadi lebih tepat waktu kalo janjian (menandakan menghargai waktu, yang biasanya ini merupakan kebiasaan orang-orang yang banyak kerjaan tapi bukan kerjaannya tidur n’ makan doang), jadi penuh gagasan, penuh semangat, memperlihatkan bakat n’ prestasi, yang pokonya intinya menunjukkan betapa “kamu tidak akan menyesal memilih aku” Hehehehehe berlebihan sih. Yah, tapi jujur aja deh kalo salah satu dari itu pernah dilakuin n’ berhasil bikin terlihat pintar dimata pasangan atau menarik hati orang yang ditaksir. Walaupun, yah ada juga yang emang udah kebiasaan juga sih selalu kaya gitu meskipun ga lagi jatuh cinta.
Tapi cinta juga kadang bikin orang yang jatuh cinta terlihat bodoh, misal: keliatan kalo lagi nunggu kabarnya si dia (ini bagi yang ga tau trik jitu menarik perhatian lawan jenis yang ditaksir), jadi tersiksa karna bergaya atau berdandan menjadi orang lain bukan gaya sendiri (gara-gara kemauan pacar), ketawan kalo lagi cemburu (kalo yang ini emang beneran keliatan banget memalukannya bagi yang ga mau ketawan kalo cemburu), bela-belain ujan-ujanan demi jemput dia (padahalkan ada jas ujan atau payung gitu biar ga keujanan, yah sebagai tanda bahwa demi dia ujan pun ga menghalanginya untuk bertemu XD ), rela meninggalkan sekolah atau kuliah (bolos karena pacar emang kayanya bodoh banget, cz kalo gagal emang pacar bisa balikin waktu disaat nyesel n’ nanggung akibatnya? Jawabannya, ENGGA! Malah ditinggalin yang ada), minta ini itu sama pacar (hello, hari gini tuh ga ada yang gratis! Pasti ada kompensasi ditiap benda yang pacar kasih. Bersyukur aja buat yang dapetin pacar yang tajir n’ ga ungkit2 barang yang di kasih atau orang yang selalu ikhlas memberi. Kalo engga? Bisa minta macem2 dia), terlihat bodoh juga kalo ketawan mengintai pacar (menyelidiki gerak geriknya).
Huft, pastinya pro-kontra deh kalo bahas kaya ginian. Ini sih Cuma sepenglihatan amour aja.
Tapi, cinta juga membuat orang yang merasakannya menjadi orang yang penuh cinta kasih dan romantis.
Membuat setiap orang merasakan betapa ia beruntung bisa merasakan cinta dan bersama dengan orang yang juga mencintanya.
Baiklah, sesungguhnya cinta itu justru mengikat dua hati yang saling menerima cinta itu apa adanya. Membuat orang yang dicintai lebih baik dari sebelumnya, membiarkan orang yang dicintai terbang bebas mengepakkan sayap yang dimilikinya tanpa takut ia pergi. Karena ia akan kembali kepada cintanya jika memang itulah cintanya.
Secara teoripun tidak ada yang mampu menjelaskan apa itu cinta. Maka, nikmatilah rasa cinta yang unik dirasakan dan dialami setiap insan yang kini mungkin juga sedang dirasakan. Karena cinta merupakan anugerah yang dikaruniakan-Nya kepada umat manusia untuk saling menjaga dan mengasihi. Maknailah cinta dengan sebaik-baiknya…
Selasa, 10 Mei 2011
Permainan Dio dan Nina
Rabu, 25 Agustus 2010
CINTA MONYET FT. MAKAN JENGKOL
nah, hubungannya dengan perasaan sesaat adalah. ketika menyukai seseorang. bawaannya penasaran terus. nyari tau tentang dia. info tentang dia selalu apal. rumah dimana, les jam berapa, suka jalan bareng siapa, makan jam beraa, buang air kapan (loh ko?) hahahaha...
ketika udah dapetin orang itu jadi 'pacar' udah deh...lama2 palingan juga bosen. hihihi...putus deh. atau udah ada yang wangi lain lagi alias orang lain yang disuka. mm...siapa yah yang kaya gini? atau kalo udah tau ternyata dia udah jadian sama orang lain. wah bau banget rasanya kaya jengkol. hihi...pengen ngelupain aja deh. sakit rasanya. huhuhuhuhu...kenapa dia ga milih gw? (dalem hati)
Sabtu, 08 Mei 2010
Cahaya untuk Riyan

Cahaya menerangi Riyan ketika semua jawaban atas semua pertanyaan yang menjadi tanda tanya besar bagi Riyan tentang Tian dan ia sendiri. Semua pertanyaan telah terjawab. Seberapa rasa sayang Tian pada Riyan? Tidak akan lagi seperti dulu dan sudah tergantikan. Tian sudah memberikan seluruh kasih sayang dan cintanya untuk seseorang yang ia pilih dan kini bersamanya. Apakah mereka berjodoh? Itu tidak tau, yang pasti Tian dan Riyan tidak akan menjadi suami istri seperti yang diimpikan Riyan ketika masih bersama Tian. Karena jawaban yang Tian berikan membuat Riyan sadar bahwa Riyan bukan yang terbaik untuk Tian. Tian pun bukan yang terbaik untuk Riyan. Kenangan hanyalah kenangan... Kenangan Riyan dan Tian hanya dapat menjadi sebuah cerita cinta dalam hidup mereka. Hidup itu seperti misteri. Waktu terus berputar dan tidak akan bisa kembali. Manusia hanya bisa berencana, namun Tuhanlah yang menghendaki terwujud atau tidaknya rencana yang dibuat manusia. Konyol jika terus menyesali keadaan. Karena manusia sendirilah yang menentukan kebahagiaannya sendiri. Tidak ada yang sia2 dalam hidup ini. Semua bisa dijadikan pengalaman, pembelajaran, dan diambil hikmah. Tidak ada pula yang kebetulan dalam hidup ini. Maka, menyesal bukanlah kata yang tepat. Namun, bersyukur karena Tuhan masih memberikan waktu untuk bisa membuat cerita hingga saat ini. Ini yang dialami Riyan. Bukanlah kesedihan yang dirasa, Riyan justru bahagia. Bahagia terlepas dari tanda tanya besar dalam hidupnya. Ia tahu bahwa orang yang ia sayangi bahagia. Riyan memang tidak bisa menyayangi Tian seperti dulu dan tidak bisa lagi mencintai Tian. Karena Riyan juga harus bisa membuka hatinya kembali untuk pria lain dan untuk kebahagiaan Riyan sendiri. Satu tahun Riyan menunggu dan kini Riyan menemukan hidupnya kembali bersinar... Riyan teringat lagu yang ia dengar ketika ia duduk di bangku kelas 1 SMP,,,yang dinyanyikan oleh Sherina... "Matahari bersinar terang seolah tersenyum senang..." Riyan melantunkan lagu itu seperti bocah yang dengan riang berlari-lari di taman. ^0^ -SELESAI-
Isi Hati 'Caca'
Pastinya udah ijin dulu sama caca buat nerbitin cerita dia di blog ini. hahahaha malah caca yang pengen.
Begini ceritanya...
Hihihihihi:)
Hayhay!!!
Kamu tau ga sih apa itu cinta?
Aku sih cuma sering ngelamin gejala-gejala cinta. Dengan begitu aku bener2 ngerti apa sih cinta. Tapi tetep aja sih cinta itu ga bikin aku puas kalo ga ngerasain gejala-gejalanya.
Namaku Ca singkatan dari campur aduk. hehehehe tapi diulang jadi 'caca' :P... aga maksa tapi emang bener nama caca itu mewakili perasaan caca yang campur aduk. Kadang seneng, sedih, bengong, 'oon', ga nyambung, bingung, dan malu-maluin. Lah ko jadi ga cuma perasaan yah? Ada kebiasaan lain caca juga. hahahahaha
Eh tapi yah, malem ini caca lagi kena yang namanya 'krisis kasih sayang' syndrom nih...hahahaha ada ga sih?
Jadi, meskipun cowok caca udah kasih perhatian, caca belum puas-puas aja tuh. Jadi pengennya di sayang-sayang melulu. Sampe caca puas. Mangkanya caca sebut dengan 'krirs kasih sayang' syndrom. hahahahaha
Caca itu buat cara gimana cowok caca itu sadar kalo caca lagi pengen dinomer satukan. Soalnya caca ngerasa kadang dikesampingkan sama cowok caca.
Misalnya cowok caca sekarang nelpon caca, tapi caca ga angkat. Maklum caca lagi di kamar mandi. Nah, tapi waktu caca telpon balik, cowok caca ngomongnya irit sumriwit cabe rawit pengen gigit. Idih tadi nelpon, giliran ditelpon balik ngomongnya irit.
Ternyata cowok caca lagi nonton DVD. hahahahahahaha DALEM.
Hayo loh caca emang enak...hihihihi
Tapi tunggu dulu. Ini sih caca nya aja yang emang lagi kena 'krisis kasih sayang' syndrom. Padahal cowok caca masih kasih perhatian tau!
Nah, udah gitu cowok caca sms. Tapi tetep aja caca ga puas dengan smsnya. Wuaduh caca ribet banget yah?
Ternyata gw baru hari pertama menstruasi.
Tuing Tuing. Itu sih Pre Mesntruasi Syndrom juga x ca...
Tapi caca ngerasa lagi ngerasa seneng juga campur ga puas dengan sikap cowoknya. Caca caca ada ada aja yah?
hahahahahaha
"Namanya juga lagi nonton DVD. Lagi seru x ca. Caca juga kalo lagi nonton ga mau diganggu kan? (ngomong sendiri dalam hati). Emang PMS x ca."
hahahahaha
Tapi caca cuma lagi kaya gitu aja padahal caca sayang banget sama cowok caca lhooooooo....^o^
Buktinya sekarang lagi mikirin gimana supaya caca dan cowok caca cocok selamanya...hehehehe
Di sela2 kesibukan caca, caca tetep mikirin cowok caca ^o^
Cowok caca juga sayang sama caca. Cuma emang dia cuek banget orangnya padahal sebetulnya sayang. ;P
Nah loh...
Ini sih curhatannya si caca.hahahaha
Mungkin juga dirasain sama cewek2 lain yang punya pacar cuek banget x yah. Pengennya diperhatiin, tapi cowoknya cuek banget. Jadinya jengkel sendiri n marah2 ga jelas tu kaya si caca juga...ckckckckck...
Cerita ini hiburan aja buat cewek2 yang ngerasa ngalamin hal yang sama... Silahkan tertawa melihat kelakuan caca... berasa ngetawain diri sendiri.
Bagi yang ga ngerasa gitu, silahkan mengernyitkan jidat sambil berkata dalam hati "Maksudnya apa nih? Gajebo." hahahahahaha
Silahkan merefleksikan cerita ini masing2 yang pasti beda2. Tertawa atau mengernyitkan jidat? hahahahahaha^o^
Jumat, 07 Mei 2010
MAAF DAN TERIMA KASIH
Kisah ini tidak akan pernah terlupa...
Penginspirasinya juga...Kebencian terhadap amour pasti masih melekat...begitupun amour terhadap penginspirasi...
Apapun yang terjadi, rasa bersalah terus menghantui jika tidak saling mengikhlaskan....
Begitupula terhadap seseorang yang mengispirasi kisah ini...
Meskipun tersimpan rasa dendam...masih ada tersimpan kisah manis.
Harus diikhlaskan. Terima kasih kepada seseorang yang telah mengispirasi kisah ini...
Keterbatasan Orang Tua
“Berbohong itu dosa nak...”
Orang tua selalu mengatakan hal itu ketika kita kecil. Namun, perkataan orang tua tidak konsisten lagi ketika mereka mengkondisikan berbohong menjadi kebiasaan. Hal ini terjadi pada anak bernama Hari yang memiliki orang tua yang selalu mengatur hidupnya dan selalu menuntutnya ini dan itu.
“Hari! Dimana kamu? Sama siapa? Ada acara apa? Kenapa pulang telat? Kamu ini goblok! Kamu tolol! Anak durhaka! Anak ga tau diri! Ngapain kamu main terus? Belajar! Tugas kamu Cuma belajar bukan main!!!! Kamu tu yah, ngelawan orang tua aja! Kamu berani yah bohongin orang tua! Orang tua itu selalu benar, anak selalu salah...jadi kamu gak usah ngelawan! Karena kamu itu selalu salah! Udah deh ngapain ikut kegiatan kaya gitu, masih goblok juga kamu!”
Kata-kata itu yang sering diterima Hari sejak ia kecil. Bayangkan, sudah sejak Hari SD, ia diperlakukan seperti itu hingga saat ini. Hari kini adalah seorang Mahasiswa yang pandai di salah satu Universitas Negeri. Ia seorang pemuda yang terlihat ceria, mudah bergaul, pandai, berbakat, namun siapa sangka ia memiliki jalan hidup penuh tekanan dari orang tua yang otoriter.
Hukuman yang diterima Hari, yaitu:
- Dicaci maki hingga kepala ingin pecah rasanya => Ini adalah resiko hukuman yang paling ringan dari yang lain.
- Diludahi
- Kepala ditenggelamkan dalam bak mandi
- Ditampar
Ehm-ehm...
Aduh, rasanya sakit perut waktu tahu hukuman yang Hari terima. Beruntung bagi kamu yang memiliki orang tua demokratis, yang tentunya pengertian, perhatian, dan mau mendengarkan pendapat anak dengan terbuka. Bayangkan jika memiliki orang tua seperti orang tua Hari.
Hari selalu bertanya dalam hati ketika orang tunya marah kepada. “Apa bener gw anak kandung mama papa? Apa ia mereka orang tua gw? Kenapa mereka memperlakukan gw kaya gini? Kenapa w jujur dicaci, w bohong juga dicaci? Apa yang harus gw lakukan agar mereka percaya dengan gw dan berhenti ngatur hidup gw? Gw udah dewasa, ga perlu terlalu diatur kaya gini. Kenapa mereka selalu memotong pembicaraan gw ketika gw ingin membela diri? Apa dengan mereka merasa mereka selalu benar baik buat gw? Kenapa gw gak bisa punya orang tua seperti teman-teman gw? Apa ini tanda sayang mereka ke gw? Kenapa rasa sayang mereka hanya diukur dari materi yang mereka berikan?”
Anak berbohong bukan karena mereka ingin, tapi karena mereka takut menerima apa yang akan terjadi ketika mereka jujur. Hari tidak pernah berbohong pada siapapun kecuali ORANG TUAnya sendiri. Bayangkan, orang tuanya sendiri.
Bagi orang tua, mungkin ada yang menganggap bahwa memarahi anak adalah cara yang tepat untuk membuat anak jera atau tidak mengulangi kesalahan. Namun, kejujuran seorang anak apakah harus dibalas dengan cacimaki?
Orang tua adalah orang yang pertama kali anak kenal, dekat, dan tahu semua tentang anak. Anak percaya bahwa orang tua akan melindunginya. Tapi, jika anak merasa ingin terbuka terhadap orang tua namun orang tua justru menolak dengan kata-kata kasar, apakah anak akan merasa terlindungi? Apakah anak akan merasa aman? Apakah anak akan JUJUR kepada orang tua?
Contohnya adalah Hari yang ketika SD ingin bermain dengan teman-temannya. Jika ingin bermain, ia selalu di jemput teman-temannya untuk bermain. Tapi, ibunya selalu melarangnya bermain. Ibunya selalu menyuruhnya belajar dan belajar. Padahal Hari sudah lelah dengan terus belajar. Di sekolah belajar dan sepulang sekolah pun harus belajar. Jika Hari membantah, hukuman Hari berlaku. Hal tersebut masih terus Hari rasakan hingga saat ini.
Suatu hari, Hari bermain dengan teman-teman SMPnya sepulang sekolah ke Mall terdekat. Ia hendak refreshing sebentar setelah sekolah. Hari ijin kepada ibunya dengan bilang kalau ia ada kerja kelompok dengan teman-teman sepulang sekolah. Hal ini Hari lakukan karena ibunya yang selalu memarahinya jika ia ingin bermain. Hari tidak mungkin bilang ia akan main. Jika bilang, hukuman berlaku.
Uniknya, jika Hari berbohong pasti ketahuan. Sepulang sekolah Hari melihat ibunya sudah bertolak pinggang, mata melotot, dan pipinya merah seperti sedang melihat mangsa yang hendak diterkam. Ternyata, tetangga Hari ada yang melihat Hari pergi ke Mall. Tetangganya itu kebetulan sedang ada perlu dengan ibunya Hari. Seperti halnya ibu-ibu kebanyakan, jika bertemu pasti ada saja yang dibicarakan termasuk membicarakan Hari yang sedang bermain di Mall bersama teman-temannya. -hukuman dimulai-.
Itu adalah awal Hari berbohong dan awal ibunya beralasan tidak mempercayainya lagi. Hari sakit hati sekali. Ia memendam hal ini belasan tahun lamanya sendirian hingga akhirnya ia mau bercerita pada orang lain, yaitu orang terdekat yang ia percaya. Air mata jatuh ketika ia mendapat perlakuan ibunya yang kasar jika ia melakukan kesalahan, hingga Hari mulai tak menjatuhkan air matanya lagi karena sudah terbiasa.
Hal yang dilakukan Hari yang menurut ibunya kesalahan, seringnya tidak masuk akal. Hari ingin ikut ekstrakurikuler adalah kesalahan. Hari ingin ikut paduan suara dan akan lomba di luar negeri adalah kesalahan. Hari ijin bermain dengan teman-teman ketika liburan panjang adalah kesalahan. Hari ingin menentukan jurusannya sendiri ketika masuk Perguruan Tinggi adalah kesalahan. Hari pulang larut malam karena macet adalah kesalahan. Dan lain sebagainya yang menurut saya bukan kesalahan tapi hal yang bisa dimaklumi dan diskusikan dengan baik.
Hari bosan, sejak dulu hingga ia menjadi mahasiswa kini, yang seharusnya ia mandiri tetap diperlakukan seperti anak-anak yang belum bisa mengatur hidupnya sendiri.
Mungkin Tuhan mentakdirkan Hari hidup mandiri karena jika ia dekat dengan orang tua Hari akan terus tertekan. Hari, sejak SMA tinggal berjauhan dari ayah dan ibunya. Mereka tinggal di kota yang berbeda dan berjauhan hingga saat ini.
Alasan mengapa Hari tidak ingin jujur pada ibunya jika ia akan mengisi liburan panjangnya dengan bermain bersama teman-teman adalah tak lain karena hukuman dan peraturan orang tua terus berlaku. Ia memilih tidak bilang daripada ia dilarang, diatur, dan dicaci.
Ayahnya keras dan terlalu sibuk dengan pekerjaannya. Ibunya pun lebih keras dari ayahnya. Hari selalu berjanji pada dirinya sendiri bahwa ia tidak ingin anaknya merasa tertekan seperti dirinya. Ia tidak ingin menjadi orang tua seperti ayah dan ibunya. Ia ingin menerapkan sistem demokrasi dalam keluarganya. Saya bangga dengan pemikiran Hari seperti ini. Bahkan ia bukanlah tipe orang pendendam meskipun orang tuanya selalu meninggalkan luka di hatinya.
Hari adalah orang yang cerdas berdasarkan tes kecerdasan namun rapuh secara psikologis. Meskipun ia hidup di bawah tekanan. Ia tidak diam dalam tekanan yang ada. Ia membuka dirinya diluar tekanan itu, ia mempelajari banyak hal namun tetap kerapuhan itu terlihat. Kecemasan dan ketegangan hidupnya sangat terlihat dibanding kecerdasan dalam berpikir matang2 dalam mengambil keputusan akibat tekanan.
Hari suka melakukan hal yang ia inginkan meskipun orang tua suka ikut campur dan merusak impiannya.
Orang tua Hari seperti angin. Angin yang sejuk, menimbulkan topan, puting beliung, dan tiba-tiba sejuk kembali. Sulit sekali memprediksi perubahan anginnya. Angin itu berubah sesuai kehendak mereka sendiri. Orang tua Hari, khususnya ibunya mudah terpengaruh perkataan orang lain yang membuat ia sering tidak percaya pada anaknya sendiri. Padahal, bagaimanapun anak, seharusnya orang tua tidak hanya mendengarkan perkataan orang lain tapi juga mendengarkan anaknya sendiri dengan tidak menghakimi terlebih dahulu.
Gengsi adalah hal utama yang orang tua Hari miliki. Hingga akhirnya, meskipun mereka melakukan aturan mereka karena sayang terhadap Hari, yang diterima Hari dan disampaikan orang tua tidak terlihat tujuan sebenarnya. Ini membuat Hari menyayangi orang tua karena mereka memberinya uang, bukan karena mereka menyayangi Hari dengan perhatian dan hal-hal yang diharapkan Hari. Sedih sekali jika mengetahui kisah Hari dan orang tuanya yang pasti sebenarnya sangat menyayanginya meskipun cara yang disampaikan tidak tepat.
Orang tua melakukan hal-hal terhadap anak didasari oleh pengalaman mereka. Kita tidak pernah tahu apa pengalaman yang dialami orang tua Hari hingga menerapkan pola asuh seperti itu. Namun, tetap saja setiap orang harus hidup dengan belajar dari pengalaman bukan hidup berdasarkan pengalaman yang ada. Karena pengalaman tidak semua bisa diterapkan di masa berikutnya bukan? Seperti pasir yang disaring dari kerikil yang ikut bercampur. Pengalaman pun disaring seperti pasir. Pengalaman tidak semuanya bisa diambil, tapi dipelajari. Dan Hari pun belum dapat menentukan sikap yang dapat dimengerti orang tuanya (saat itu).
Lalu, akan menjadi seperti apakah Hari di kehidupan selanjutnya?
Bagi yang memiliki orang tua seperti orang tua Hari, apakah yang akan Anda lakukan? Jika Anda adalah orang tua seperti orang tua Hari, apakah yang Anda pikirkan?
Anak adalah titipan Tuhan yang harus dipelihara, dibimbing, diajarkan, dan dijaga dengan baik hingga ia tumbuh dewasa dan mampu memilih jalan hidupnya sendiri. Tapi satu yang pasti ada di benak anak adalah untuk tidak menyalahkan orang tua.
Ada sebuah Kutipan dari Kristine Batasina G. tentang kamu dalam bukunya ‘Curhat Yuk!’ yang sahabat saya berikan kepada saya...
Kamu bukanlah apa kata orang.
Kamu bukanlah bagaimana yang terpancar dari wajah orangtuamu.
Kamu berharga.
Bahkan, tanpa prestasi atau keterampilanmu, kamu tetap berharga. Kelahiranmu ke dunia inilah yang menjadikan dirimu tak ternilai.
Kamu ada.
Kamu hidup.
Dan itu sudah cukup untuk memperjuangkan keadaanmu.
Jangan merasa rendah diri.
Tuhan tidak pernah membuat produk massal.
Dia membuatmu secara personal.
Buktinya, hanya ada satu Einstein di dunia ini.
Hanya ada satu daVinci.
Satu Beethoven.
Satu Bill Gates.
Dan hanya ada satu kamu.

