Rabu, 25 Mei 2011

Berbahagialah...

Berbahagialah bagi manusia yang sedang jatuh cinta...
Berbahagialah bagi manusia yang menikmati indahnya hidup...
Berbahagialah bagi manusia yang selalu bersyukur atas nikmat Tuhan...
Berbahagialah bagi manusia yang diberikan kesempatan untuk menang...
Berbahagialah bagi manusia yang memiliki waktu untuk mengerjakan hal yang berguna...
Berbahagialah bagi manusia yang mengisi waktunya bersama keluarga yang dicintai...
Berbahagialah bagi manusia yang memiliki peluang meraih kesuksesan...
Berbahagialah bagi manusia yang bangkit dari kekalahan...
Berbahagialah bagi manusia yang selalu memberikan senyumnya untuk orang lain...
Berbahagialah bagi manusia yang memberikan yang terbaik untuk orang lain...
Berbahagialah bagi manusia yang memiliki orang-orang sekitar yang mencintai...
Berbahagialah bagi manusia yang dapat menyalurkan potensinya menjadi sesuatu yang diinginkan...
Berbahagialah bagi manusia yang diberikan waktu untuk bertaubat...
Berbahagialah bagi manusia yang menghargai dan mengasihi orang lain, alam, serta makhluk hidup lainnya...
Berbahagialah bagi manusia yang hidup untuk beribadah.


Berbahagialah...selama kita bisa merasakan kebahagiaan...
Karena kebahagiaan itu ditentukan oleh diri sendiri...

Selasa, 24 Mei 2011

BintangKu

Kau tau mengapa aku suka melihat bintang?
Karna tiap kali melihat bintang, aku teringat pada seseorang,,,

Kamu...

Kamu tau, ada miliaran bintang di angkasa.
Tapi yang bisa aku tangkap menggunakan teleskop hanya sekitar 3 ribu bintang karna aku hanya dapat melihat bintang di bagian dalam bola langit.

Sama halnya manusia yang hidup di bumi,,,banyak sekali.
Tapi dari sekian banyak manusia, aku menemukan kamu...

Kamu adalah satu dari banyaknya jumlah manusia...
Kamulah yang ditakdirkan bertemu denganku.

Kamu tau? Bintang-bintang seperti berkedip-kedip di langit karna arah gerak cahayanya berubah sebentar-sebentar...
Sama halnya dengan kamu...
Kamu seperti berkedip-kedip saat kamu bergerak di sekitarku...
Membuatku ingin terus memandangmu...

Namun, sayangnya aku hanya dapat melihat indahnya pemandangan Bintang di tempat yang jauh dari polusi cahaya...
Dan saat langit cerah.
Seperti aku dapat melihatmu...
Karena kita memang tidak bisa selalu bertemu.

Ketika langit cerah, bintang-bintang mengingatkanku padamu
Dan saat hujan turun, aku begitu merindukanmu...

Kamu jauh,,,
Aku di sini
Kamu di sana

Tapi, ada saatnya kapan kita selalu bertemu...
Saat kamu kembali dan membawaku kepelukanmu...
Selamanya... :)

_Amour_

Kau

Awalku lihat kau,,,
Bagaikan regulus yang bersinar di pola Bintang Leo

Leo, yang dirimu tak seperti namanya...
Leo...

Tapi, sinarmu dikalahkan oleh Pullox yang bersinar di pola bintang Gemini, juga Orion
Jauh...

Kenapa...?
Karena ku tak melirikmukah...?
Sebuta-butanya aku,
Takkan pernah ku hiraukan sinarmu di angkasa lewat syarafku...

Kusempatkan tuk lirik,
Tapi kau senang memandang duniamu
Hanyaku diam resapi gerakmu dari kejauhan

Andai kau tau ku lihatmu di sini
Kucari perhatianmu agar sinarmu ke arahku

Tapi, kau justru membalik arah
Seperti meteor yang terkikis lapisan Bumi,
Semakin kecil dan tak berbentuk...

Ku coba tak ganggu kau
Ku hanya ingin kau sinariku di sini
Sedikit demi sedikit kau tau ku di sini inginkanmu
Tepat kau bersinar

Ku dapat lihat sinarmu kini... :)

-Amour-

Sahabat

Sahabat,
Hati kita bagaikan atom yang berkumpul menjadi molekul

Persahabatan kita adalah cakraepifise remaja yang terus dan terus tumbuh kian gagahnya

Kasih sayang Herba yang dimiliki, takkan pernah berhenti dan mengeras

Saat sedih,,,senang,,,
Sorotan sahabat bagai satelit yang mendeteksi di mana kita dan keadaan kita masing-masing

Baik dingin dan panas, Termal Subsystem kita bekerja.

Neutrofil dalam sel darah kalian menghancurkan sesuatu yang mencelakakanku

Bahkan,,,
Monosit kalian terkadang melenyapkan marabahayanya.

Saat batinku tergoncang, ventralku sakit, penuh dengan kekhilafan,,,
Tangan kalian berpronasi dengan membawa hal yang berarti.

Kalian merasakah,,,
Hati kita telah terartikulasi bagai tulang kita...

Sahabat,,,
Kalian adalah segalanya selain yang Maha Kuasa...

Ku ingin beradduksikan Hatiku dan Hatimu,
Selamanya...

-Amour-

Jumat, 20 Mei 2011

Kembali Pada-Nya

Tersungkurku lemah tak berdaya dalam dinginnya malam,

Sekujur tubuhku dingin, sepertinya aku tidak merasakan apapun.

Begitu aku ingin terbangun dan merasakan kehangatan.

Namun, apalah daya..karna yang kudapat adalah bongkahan es yang smakin membuatku mati rasa.

Biarkan aku temukan kehangatan dari selimutmu yang ingin ku raba…

Biarkan selimutmu memeluk diriku yang kini dingin tak berdaya…

Semakin ku diam, semakin ku mengigil.

Semakin ku memanggilmu, semakin ku menangis.

Entah apa yang membuat malam ini begitu dingin…

Apakah karna aku meninggalkan selimut tebalku menuju cahaya yang menghangatkan?

Dimana saat selimutku membawaku ke gedung yang di dalamnya terdapat pemuda dan pemudi menatapku penuh harap, seolah mereka ingin aku melihat sayap mereka terbang ketika keluar dari gedung itu… tentu saja aku ingin membantu mereka mengokohkan sayapnya hingga mampu terbang setinggi langit.

Terbawa aku kembali ke sebuah rumah mungil, melihat bocah-bocah kecil mengelilingiku di siang hari saatku mengulurkan tanganku. Ku peluk mereka satu persatu. Hingga ku menemukan pria yang begitu tampan dengan senyuman hangat menyambutku dengan pelukan. Ku dengarkan tawa mereka di seisi ruangan. Semakin ku ingin memeluk mereka dalam kehangatan…

Ku nikmati nostalgiaku bersama selimut tebalku… hingga ku tertuju akan tujuan awalku…

Tuntunlah aku dan biarkan aku menuju Syurga-Mu Ya Robbi...

Rabu, 18 Mei 2011

Rasa C.I.N.T.A

Bahasan tentang cinta tuh emang ga akan pernah habis seperti lautan yang mendominasi bumi.

Cinta bisa membuat orang yang jatuh cinta terlihat pintar, misal: jadi lebih giat belajar (karena ingin orang yang dicintai terkagum-kagum n’ bangga punya pacar pintar), jadi gemar membaca dan rajin menabung (biar nyambung kalo ngomongin apa aja n’ bisa ajak orang yang dicintai pergi bareng yang pastinya butuh yang namanya monkey eh money), pintar bersolek, terus jadi lebih tepat waktu kalo janjian (menandakan menghargai waktu, yang biasanya ini merupakan kebiasaan orang-orang yang banyak kerjaan tapi bukan kerjaannya tidur n’ makan doang), jadi penuh gagasan, penuh semangat, memperlihatkan bakat n’ prestasi, yang pokonya intinya menunjukkan betapa “kamu tidak akan menyesal memilih aku” Hehehehehe berlebihan sih. Yah, tapi jujur aja deh kalo salah satu dari itu pernah dilakuin n’ berhasil bikin terlihat pintar dimata pasangan atau menarik hati orang yang ditaksir. Walaupun, yah ada juga yang emang udah kebiasaan juga sih selalu kaya gitu meskipun ga lagi jatuh cinta.

Tapi cinta juga kadang bikin orang yang jatuh cinta terlihat bodoh, misal: keliatan kalo lagi nunggu kabarnya si dia (ini bagi yang ga tau trik jitu menarik perhatian lawan jenis yang ditaksir), jadi tersiksa karna bergaya atau berdandan menjadi orang lain bukan gaya sendiri (gara-gara kemauan pacar), ketawan kalo lagi cemburu (kalo yang ini emang beneran keliatan banget memalukannya bagi yang ga mau ketawan kalo cemburu), bela-belain ujan-ujanan demi jemput dia (padahalkan ada jas ujan atau payung gitu biar ga keujanan, yah sebagai tanda bahwa demi dia ujan pun ga menghalanginya untuk bertemu XD ), rela meninggalkan sekolah atau kuliah (bolos karena pacar emang kayanya bodoh banget, cz kalo gagal emang pacar bisa balikin waktu disaat nyesel n’ nanggung akibatnya? Jawabannya, ENGGA! Malah ditinggalin yang ada), minta ini itu sama pacar (hello, hari gini tuh ga ada yang gratis! Pasti ada kompensasi ditiap benda yang pacar kasih. Bersyukur aja buat yang dapetin pacar yang tajir n’ ga ungkit2 barang yang di kasih atau orang yang selalu ikhlas memberi. Kalo engga? Bisa minta macem2 dia), terlihat bodoh juga kalo ketawan mengintai pacar (menyelidiki gerak geriknya).

Huft, pastinya pro-kontra deh kalo bahas kaya ginian. Ini sih Cuma sepenglihatan amour aja.

Tapi, cinta juga membuat orang yang merasakannya menjadi orang yang penuh cinta kasih dan romantis.

Membuat setiap orang merasakan betapa ia beruntung bisa merasakan cinta dan bersama dengan orang yang juga mencintanya.

Baiklah, sesungguhnya cinta itu justru mengikat dua hati yang saling menerima cinta itu apa adanya. Membuat orang yang dicintai lebih baik dari sebelumnya, membiarkan orang yang dicintai terbang bebas mengepakkan sayap yang dimilikinya tanpa takut ia pergi. Karena ia akan kembali kepada cintanya jika memang itulah cintanya.

Secara teoripun tidak ada yang mampu menjelaskan apa itu cinta. Maka, nikmatilah rasa cinta yang unik dirasakan dan dialami setiap insan yang kini mungkin juga sedang dirasakan. Karena cinta merupakan anugerah yang dikaruniakan-Nya kepada umat manusia untuk saling menjaga dan mengasihi. Maknailah cinta dengan sebaik-baiknya…

Selasa, 10 Mei 2011

Permainan Dio dan Nina

Ada cerita tentang orang tua dan anak. Orang tua menjadi teman bagi anak-anaknya di cerita ini.
Ini mungkin salah satu tanda cinta yang ditunjukkan orang tua dengan rela jadi teman bermain anak-anak hihihihi....

Suatu hari, Nina melihat ayahnya dan adiknya bermain perang-perangan. Adik Nina, Dio, membuat senjata mainan sendiri dari raket badminton diikat dengan tali yang menggantung di leher dan lengannya. Ia mengikat kepalanya dengan ikat kepala seperti Rambo. Dio mengganggap senjata yang dibuatnya itu sebagai senapan yang siap menembak musuh-musuhnya. Dio berteriak, "Dar dar dar dar dar dar dar dar..." ketika melihat musuhnya, yaitu ayah. Ketika itu ayah berpura-pura terluka, "Aaaa..." ayah menjatuhkan diri di lantai.
Nina sangat terheran-heran dengan hal yang dilakukan ayah. Menjatuhkan diri di lantai padahal Dio kan hanya menembak dengan senjata bohongan pikirnya.
Tapi ketika itu Dio berteriak kegirangan, seolah dirinya ialah seorang pahlawan pemberantas kejahatan. Ayah pun meminta ampun pada Dio.

"Wah, kamu terluka parah. Apakah terasa sakit?" Tanya Dio pada Ayah.

"Iya, sakit sekali. Ampun, ampuuuun..."

"Baiklah, aku akan mengobati lukamu. Asal kau tidak lagi berbuat jahat, ok!"

"Baik, saya janji. Tapi tolonglah saya..."

Dio pun mengobati ayah dengan membalut luka-luka ayah.

Nina langsung bertanya kepada ibu, "Ibu, kenapa ayah melakukan itu?"

Ibu hanya tersenyum dan berkata, "Biarkan saja ayah dan Dio bermain Nina, kamu mau bermain dengan ibu?"

"Ibu, aku mau bermain masak-masakan, bagaimana kalau kita berperan menjadi koki seperti kak Farah Queen bu?"

"Oke deh, ibu berperan sebagai apa Nina?"

"Ibu jadi bintang tamu, Ibu menjadi seorang turis yang berkunjung ke Indonesia. Nina menjadi kak Farah Queen. Kita berada di Pantai Nusa Dua Bali yah bu, bagaimana kalau kita memasak kue pelangi yang pernah aku buat bersama ibu?"

"Oke deh, ayo kita siapkan bahan-bahan yang kita butuhkan Nina!"

Ibu dan Nina pun bermain bersama. Ibu menjadi seorang turis yang antusias melihat Nina membuat kue. Ibu menikmati kue pelangi buatan Nina dengan wajah berseri-seri. Ini semakin membuat Nina senang dan ingin membuat jenis kue lainnya dan bermain masak-masakan lagi bersama Ibu di lain waktu. Ibu pun dengan senang hati memainkan perannya lagi dan membantu Nina mencoba membuat jenis kue lainnya.


Bermain sangat penting bagi anak. Ternyata orang tua juga dapat menjadi teman bermain bagi anak. Cerita tentang Dio dan Nina menggambarkan betapa mereka senang sekali dan memperlihatkan emosinya dengan tepat. Ayah dan Ibu ikut berperan dalam permainan Nina dan Dio. Dengan ayah berpura-pura terluka membuat Dio merasa bangga sebagai seorang "Hero". Dio juga menunjukkan rasa belas kasih ketika melihat musuh terluka dengan mengobatinya. Permainan ini melatih motorik anak.

Ibu membiarkan Nina menentukan peran dan ide permainan. Ini merangsang imajinasi Nina.

Anak seusia mereka juga memperlihatkan emosinya seperti senang, sedih, takut, cinta, cemas dan sebagainya. Permainan ini mampu membantu anak dalam menempati perasaannya dengan tepat. Kapan mereka harus senang, sedih, dsb. Berikanlah peluang untuk bermain bagi anak agar melatih motoriknya dan melatih kecerdasan emosinya sebagai tanda cinta pada anak :D... Selamat bermain^0^...